Kabar Riau - Along Bantah Terlibat Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Komputer 

Along Bantah Terlibat Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Komputer 

Roni
Share :
along-bantah-terlibat-kasus-dugaan-korupsi-pengadaan-komputer 

Kabarriau.com, Pekanbaru - Adjon alias Along membantah terlbat kasus dugaan korupsi pengadaan komputer/server di Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Riau.

Ketua Indenpenden Pembawa Suara Pemberantas Korupsi Kolusi Kriminal Ekonomi (IPSPK3) Republik Indonesia Ir Ganda Mora tadi ini menyatakan kalau Adjon alias Along diduga tidak terlibat dengan pengadaan komputer/server di Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Riau.

"Berdasarkan klarifikasi Along dengan kami (IPSPK3) RI bahwa Along hanya jual AC 1 unit, 17 unit TV kepada PT Solusi Media Ravel Teknologi (SMRT) dan bukan ke Kominfotik Riau. Ini hanya bersifat jual beli bukan ikut menandatangani kontrak, maka proyerk pengadaan komputer tidak ada hubungannya dengan Along," demikian pengakuan Along saat dilakukan klarfikasi oleh IPSPK3 RI, Kamis (8/8) 

Namun Ganda meminta penyidik dapat lebih serius memeriksa pihak kontraktor dan PPTK serta pengguna anggaran dan sesegera mungkin meningkatkan status yang terlibat dalam persoalan ini

Jaksa ingin menggali informasi dari bos toko elektronik terbesar di Riau itu tidak salah, "pihak penyidik hanya ingin menelusuri kemungkinan ada kwitansi jual beli dari toko batam elektronik ke pihak pemenang lelang," ungkapnya.

Jika ada kelebihan harga di HPS lebih tinggi dari harga pasaran jelas ini mar up, "kalau ada kelebihan harga dari HPS dibanding dari harga normal di pasaran, ini jelas korupsi dan merugikan negara," jelasnya.

Pada berita sebelumnya kejaksaan menemukan pengadaan komputer/server alat-alat studio, alat-alat komunikasi dan Implementation IOC di Dinas Kominfotik Riau dikerjakan oleh PT SMRT. PT Blue Power Technologi Software Company In South sendiri merupakan perusahaan pendukung (supporting).

Usut punya usut, dari pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI ditemukan adanya kelebihan bayar sebesar Rp3,1 miliar.  Atas hal itu, Kejati Riau melakukan penyelidikan untuk mencari bukti pidana dalam proyek itu. 

Hingga akhirnya, jaksa meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Nomor : PRINT-07/N.4/Fd.1/07/2018 tanggal 6 Juli 2018. Sprindik itu ditandatangani Kepala Kejati Riau Uung Abdul Syakur.

Saksi yang sudah dipanggil adalah Edi Yusra selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) merangkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Dedi Hasparizal selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), kelompok kerja (Pokja) di Unit Layanan Pengadaan  (ULP) Provinsi Riau.

Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau, Muspidauan dihubungi membenarkan sejauh ini belum ada ditetapkan sebagai tersangka, namun pihak Jaksa telah memeriksa dua tenaga ahli dari PT Blue Power Technologi Software Company In South, Raly Syadanas dan Filindo Iskandar yang beralamat di Centennial Tower 12 TH Floor, Jalan Jendral Gatot Subroto, Jakarta Selatan. (kbr.ron/*)


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :