Kabar Riau - Kurma dan Minyak Zaitun akan Bebas Bea Masuk

Kurma dan Minyak Zaitun akan Bebas Bea Masuk

Roni
Share :
kurma-dan-minyak-zaitun-akan-bebas-bea-masuk

Kabarriau.com, Bisnis - Pemerintah akan membebaskan pajak bea masuk impor kurma dan minyak zaitun Palestina, ekspor keduanya ini ke Indonesia bisa naik signifikan. 

“Setelah penandatangan, satu bulan dari sekarang kerja sama kedua negara dapat dilaksanakan,” kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pada wartawan, Senin (6/8).      

Penandatanganan pengaturan pelaksanaan pembebasan bea masuk minyak zaitun dan kurma dari Palestina. Kesepakatan menjadi salah satu dukungan politik dan ekonomi Indonesia terhadap Palestina yang sedang dilanda konflik.

Dia menjelaskan, pembebasan bea masuk  akan mulai resmi diimplementasikan setelah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terbit. Fasilitas tersebut akan dikenakan untuk dua komoditas Palestina yang terdiri dari tiga Harmonized System (HS) Code,  yakni minyak zaitun dan kurm        

Ke depan, pemerintah juga akan  mengembangkan kerja sama perdagangan tersebut menjadi Prefential Trade Agreement (PTA). “Kami menunggu daftar komoditas apa yang Palestina butuhkan dari Indonesia, kami juga terbuka untuk komoditas lainnya,” ujar Enggar.

Meski masih menunggu daftar barang dari Palestina, menurut Enggar, Indonesia bisa menawarkan produk makanan  yang dibutuhkan di negara tersebut, seperti mie instan dan biskuitDirektur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo mengungkapkan pemanfaatan bebas bea masuk oleh Palestina nantinya akan meningkatkan impor impor kurma dan minyak zaitun Indonesia, masing-masing sebesar  11,62% dan  172%  per tahun..  

Dia juga mengimbau pelaku usaha dalam negeri untuk memilih dua komoditas unggulan Palestina. Karena jika mengimpor jenis kurma dan minyak zaitun yang bukan berasal dari Palestina,  maka Importir bisa dikenakan tarif Most-Favored Nation (MFN). “Untuk Timur Tengah, baru Palestina yang punya perjanjian bebas bea masuk,” kata Iman.

Pada 2017, neraca perdagangan kedua negara sebesar US$ 2,05 juta dengan surplus Indonesia sebesar US$ 1,7 juta. Namun, Januari hingga Mei 2018, total perdagangan telah mencapai US$ 1,62 juta dengan ekspor US$ 912,5 ribu dan impor US$ 717 ribu.  Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun, berterima kasih kepada Indonesia karena telah memberikan pengakuan dan pertolongan. “Kami akan mencoba penguatan dan kerja sama agar ikatan kedua negara semakin lebih baik, terutama perdagangan,” ujar Zuhair. (kbr.ron/*)


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :