Kabar Riau - Siswa Mendaftar ke Sekolah Negeri Membludak

Siswa Mendaftar ke Sekolah Negeri Membludak

Samsul
Share :
siswa-mendaftar-ke-sekolah-negeri-membludak

Kabarriau.com, Pekanbaru - H Asmar SPd, Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN 21) mengaku terkejut dengan adanya orang tua calon siswa. Kamis (7/5/2018) kemarin memprotes penerapan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). 

"Sistim zonasi menerapkan rengking nilai, kecuali yang memiliki kartu KIS dan KIP wajib diterima. Penerimaan siswa baru tetap memakai satu wilayah kecamatan jadi tidak menjamin anak tempatan diterima kalau nilainya rendah," jelas Asmar, Rabu (11/7/2018)

Menurutnya, kalau tahun lalu siswa tempatan dengan nilai rendah bisa diterima, kalau sekarang sistim zonasi tidak menjamin siswa tempatan dapat diterima. "Kalau nilai anaknya tidak mencukupi, gimana kita mau memasukkanya," jelas Asmar yang menambahkan sebelumnya telah dipampangkan spanduk tentang persyaratan calon siswa dikalangan tidak mampu harus menunjukkan kartu KIS atau KIP.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, DR Jamal MPd membenarkan tidak bisa menjamin siswa tempatan bisa lolos seleksi di Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolah yang masuk dalam zonasi.

Sebab, kata dia siswa yang akan masuk ke sekolah negeri cukup banyak dan membludak, "sehingga masing-masing sekolah terpaksa harus melakukan sistem perengkingan berdasarkan nilai tertinggi," terang Jamal didepan wartawan.

Meski siswa yang akan mendaftar tersebut adalah siswa tempatan dan masuk dalam zonasi sekolah, tidak ada jaminan bisa diterima pihak sekolah. Karena siswa tempatan yang akan masuk ke sekolah yang sama jumlahnya cukup banyak. Sehingga terpaksa dilakukan seleksi dengan cara melakukan perengkingan.

"Daya tampung sekolah negeri itu kan terbatas, makanya dirangking berdasarkan nilai tertinggi. Kalau sekolah itu, masih mencukupi daya tampungnya, tidak perlu lagi pakai seleksi. Tapi karena daya tampungnya penuh dan jumlah anak yang mendaftar cukup banyak, maka dilakukan perengkingan," jelas Kadis Pendidikan Kota Pekanbaru. (kbr.sul/*)


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :