Kabar Riau - Tim UGM Kalahkan Mahasiswa 4 Negara

Tim UGM Kalahkan Mahasiswa 4 Negara

Roni
Share :
tim-ugm-kalahkan-mahasiswa-4-negara

Kabarriau.com, Pendidikan - Tim UGM mengalahkan tim mahasiswa dari UEA, AS, Prancis dan Australia memperebutkan tentang sampah plastik yang menjadi masalah di tanah air. 

"Kami merasa senang dan bangga bisa menang dan membawa nama Indonesia dalam ajang bergengsi ini," kata Team Manager Herman Amrullah, usai diumumkannya juara Shell Ideas360 oleh CEO of Royal Dutch Shell, Ben van Beurden, dimuat Republika.co.id dirilis dari, Kamis sore waktu Inggris.

Mahasiswa yang menuntut ilmu di Universitas Gajah Mada Yogyakarta (UGM) menjadi juara Shell Ideas360. Kegiatan tersebut diadakan dalam rangkaian Make the Future Live 2018 di Queen Elizabeth Olympic Park, Stratford, London.

Tim yang tergabung dalam Tim Smart Car MCS (Microalgae Cultivation Support) terdiri dari Herman Amrullah, Sholahudin Allayubi dan Thya Laurencia Benedita Araujo. Mereka berhasil mengalahkan tim yang berasal dari empat negara lainnya yaitu Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Prancis dan Australia setelah mengikuti penjurian secara tertutup.

Country Chairman & President Director, Shell Indonesia, Darwin Silalahi mengungkapkan rasa bangga atas keberhasilan mahasiswa dari Tanah Air dalam ajang Shell Ideas360 tersebut. "Keberhasilan ini membuktikan anak muda atau mahasiswa Indonesia mampu bersaing dengan rekan-rekannya dari negara lain," ujar Darwin.

Keberhasilan tim UGM mengalahkan tim-tim dari negara lain berkat ide mereka dalam merancang ide teknologi yang mampu mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar dengan memanfaatkan gas buang mobil.

Sampah Plastik Jadi Bahasan Indonesia dan Bank Dunia 

Menurut Thya Laurencia Benedita ide ini berawal dari keprihatinan mereka terhadap banyaknya sampah plastik di lingkungan. Jumlah limbah plastik terus meningkat dari waktu ke waktu dan telah menjadi persoalan dunia. Setiap orang bisa memproduksi sampah plastik hingga 2,5 kg setiap harinya dan sekitar 90 persen sampah itu banyak berakhir di tempat sampah dan mencemari lingkungan.

Sementara itu Herman mengatakan sampah plastik dapat diubah menjadi bahan bakar. Hanya saja, untuk mengkonversi menjadi bahan bakar membutuhkan energi yang tidak sedikit.

"Kami terpikir gagasan untuk memanfaatkan panas dari gas buang kendaraan untuk mengkonversi limbah plastik menjadi bahan bakar," ujarnya. 

Panas gas buang kendaraan bisa digunakan dalam proses tersebut. Smart Car ini memiliki reaktor pirolisis yang dapat menampung sebanyak 2 kg sampah plastik. Tidak hanya itu, mobil ini juga dilengkapi dengan teknologi Microalgae Cultivation Support (MCS) yang digunakan untuk mengurangi jumlah CO2 gas buang pada kendaraan. 

Pengembangan Smart Car ini tidak hanya bisa memproduksi bahan bakar dan biofuel untuk energi bersih dari limbah plastik. Namun, dengan pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar juga mengurangi persoalan sampah di lingkungan dan menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Ajang kompetisi Shell Ideas360 ditujukan bagi mahasiswa di seluruh dunia berusia diatas 18 tahun. Makni mereka harus melewati penjurian dalam beberapa tahapan mulai pendaftaran memasukkan ide awal kemudian dievaluasi dan tim yang terpilih akan lolos ke tahap 2.

Pada tahap 2, tim-tim akan mengembangkan ide-ide mereka bersama dengan para mentor dan ahli bidang studi. Pada tahap 3, lima finalis yang terpilih menjabarkan idea-ide mereka di hadapan panel juri terdiri dari para ahli di bidang  Energi, Pangan dan Air.

Tahun ini, ajang kompetisi Shell Ideas360 memasuki edisi kelima diikuti lebih dari 17.000 mahasiswa berasal dari 140 negara dengan 3.363 ide yang masuk Tahap Final Shell Ideas360.


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :