Kabar Riau - Pengusaha Kapal Kesulitan Bahan Baku

Pengusaha Kapal Kesulitan Bahan Baku

Samsul
Share :
pengusaha-kapal-kesulitan-bahan-baku

Kabarriau.com, Daik Lingga - Pengusaha kapal kayu di Kabupaten Daik Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), selama beberapa tahun terakhir, mengaku kesulitan mendapakan bahan baku (kayu-red) untuk perbaikan dan pembuatan kapal nelayan.

“Kalau sebelumnya, para pemilik kapal hanya tahu memasukkan kapalnya untuk perbaikan, namun saat ini tidak lagi, karena setiap kapal kayu yang akan diperbaiki juga harus menyediakan bahan baku kayunya,” kata Saleh, salah satu pembuat kapal kayu ukuran 20 ton, Selasa (26/8/2018) dihubungi melalui ponselnya.

Ia mengatakan, selama ini cukup banyak kapal nelayan yang akan melakukan perbaikan di kabupaten yang mayoritas dikelilingi perairan laut itu, namun pihaknya selalu menolak, karena sulitnya memperoleh bahan baku, khususnya kayu-kayu yang berkelas di daerah. “Banyak kapal-kapal milik nelayan, maupun kapal perusahaan perikanan yang butuh perbaikan, namun kami tolak untuk memperbaiki, karena kesulitan untuk mendapatakan bahan baku kayu mengganti badan kapal yang sudah rusak,” kata Saleh.

Dengan keterbatasan bahan baku kayu kualaitas terbaik itu, kini hanya menerima kapal-kapal kayu tidak seberapa saja untuk direnovasi, ia mengaku kapal-kapal yang bahan bakunya terbuat dari kayu memang tahan terhadap air laut.

“Setiap bulan, cukup banyak kapal-kapal kayu meminta perbaikan, namun terkadang kami tolak, karena sulitnya kayu berkualitas untuk pergantian rangka kapal yang sudah lapuk dimakan usia,” katanya.

Menurutnya lagi, pembuatan kapal yang selalu di order ke Batam hingga kini masih tetap bertahan, walaupun hanya mengutamakan kapal-kapal kayu untuk diperbaiki. “Kapal-kapal yang masuk dalam perbaikan, hanya sejenis kapal nelayan,” kata Saleh. 

Namun belakangan, pengusaha kapal-kapal nelayan juga mengalami kendala karena adanya penertiban yang kerap selalu terjadi ilegal loging (Illog) di Desa Batu Berdaun, Daik Lingga. Seperti terjadi Kamis (21/6/ 2018) lalu melalui Unit intelkam, Polres Lingga melakukan razia berdasarkan informasi dilapangan adanya ilegal loging di wilayah Desa Batu Bedaun.

Infformasinya, justru pelaku illog di danai beberapa pemilik modal dengan mempergunakan masyarakat sekitar sebagai penggesek di dalam hutan. Kapolsek Dabo Singkep melidik adanya Ilegal Loging. Unit intelkam bergerak cepat ke lokasi tempat Ilegal loging di wilayah Todak, Desa Batu Bedaun. Di lokasi ditemukan tempat-tempat kayu di muat untuk di bawak ke Desa Bakong dan di pergunakan untuk membuat kapal. Ada juga sebagian kayu di jual kepada masyarakat untuk diolah secara lokal.

Pihak kepolisian di daerah menemukan dua tempat yang di pergunakan untuk mengirim kayu melalui jalur di tepi pantai yang akan dibawa dengan menggunakan mobil lory dari dalam hutan lalu dimasukan ke kapal kayu dan dibawa menuju Desa Bakong. Kemudian melalui jalur laut di tepi pantai-pantai sepanjang wilayah Todak dengan caranya juga sama dengan menggunakan mobil lory dan dimasukan ke kapal yang sudah menunggu di tepi pantai.

Kayu hasil illog tersebut di jual 1 ton nya seharga Rp. 800.000.- s/d Rp. 1.600.000.- tergantung jenis kayunya. Dan jika kayu tersebut dikirim ke Batam dan Pinang harga bisa mencapai Rp. 5.000.000 s/d Rp. 6.000.000.

Unit intelkam Polsek Dabo merasa kesulitan untuk menelusuri sampai ke dalam hutan di karenakan jalan yang tidak memungkinkan setelah diguyur hujan lebat. Pihak kepolisian di Lingga juga memperkirakan penindakan pelaku-pelaku illog harus segera dilakukan, jika tidak cepat di atasi maka akan terjadinya penggundulan hutan dan mengakibatkan terjadinya banjir serta rusaknya wilayah hutan lindung di wilayah Kabupaten Lingga. Selain itu akan merusak ekosistem hutan juga kehidupan hewan yang ada di hutan lindung dan juga pasokan air bersih yang ada di bukit-bukit akan menjadi kotor tidak bisa dipergunakan lagi. (kbr.hen.ysf/*)


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :