Kabar Riau - Gubernur Aceh Beri Hadiah Bagi Penangkap Pembunuh Gajah Bunta 

Gubernur Aceh Beri Hadiah Bagi Penangkap Pembunuh Gajah Bunta 

Samsul
Share :
gubernur-aceh-beri-hadiah-bagi-penangkap-pembunuh-gajah-bunta 

Kabarriau.com, Aceh - Kematian Gajah Bunta cukup menyita perhatian publik. Gajah tersebut mati dibunuh di area Conservation Response Unit (CRU). Lantas Gubernur Aceh menggelar sayembara menangkap pembunuh Gajah Bunta ini.

Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar mengatakan, saat ini kasus tersebut sedang ditangani oleh Polres Aceh Timur bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh. Menurut dia, saat ini sedang berlangsung pengambilan sampel jantung, limpah, usus, dan ginjal untuk dicek ke laboratorium.

Penyidik juga akan mengambil sisa patahan gading yang sebelah kiri, yaitu sepanjang 46 cm. Sementara itu, gading sebelah kanan masih utuh. Siti mengatakan, satu gading memiliki berat rata-rata 4 kg dengan harga Rp 8 juta per kilogram.

Diagnosis sementara menurut BKSDA Aceh adalah keracunan berdasarkan kerusakan dan perubahan di organ-organ usus. "Jadi, organ-organ ususnya mengalami pendarahan, terus jantung bengkak, paru-paru bengkak dan hati, ada cairan di rongga dada, cairannya keruh," ujar Siti menjelaskan kematian gajah tersebut dimuat Republika.co.id, Rabu (13/6).

Di dalam usus gajah ditemukan buah kuweni, sementara tak jauh dari lokasi matinya gajah ditemukan buah kuweni. Berdasarkan hal tersebut, lanjut Siti, pelaku diduga meracuni gajah tersebut menggunakan buah kuweni Kejadian tersebut, tutur Siti, membuat Gubernur Aceh Irwandi Yusuf sangat geram. Sehingga, Irwandi membuat sayembara bagi yang menemukan pelaku akan diberikan uang sebesar Rp 100 juta. "Pak Gubernur sebel banget, makanya mendorong sekali untuk ketangkap," kata Siti.

Siti menjelaskan, di Aceh terdapat tujuh konservasi untuk gajah. Unit ini bertujuan mengatasi mitigasi konflik di beberapa wilayah Aceh, seperti Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie, dan Aceh Selatan. Pembiayaan dilakukan oleh para mitra.

Di Aceh, kata Siti, penyebaran gajah tersebar di 19 kabupaten dari 23 kabupaten/kota di Aceh. Penyebarannya terdapat di hutan konservasi sebesar 25 persen, hutan lindung dan produksi 55 persen. Sedangkan, sisanyadi area umum sehingga terkadang gajah-gajah tersebut masuk ke desa-desa. "Jumlah populasi gajah di Aceh menurut surveri tahun 2017 dari BKSDA itu ada 539 ekor," ungkapnya.

 


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :