Kabar Riau - Stok Daging Sapi di Pekanbaru Aman

Stok Daging Sapi di Pekanbaru Aman

Samsul
Share :
stok-daging-sapi-di-pekanbaru-aman

Kabarriau.com, Pekanbaru - drh Firdaus Sekretaris  Dinas Pertanian dan Pertenakan (Distanak) Kota Pekanbaru memastikan stok daging sapi potong di Kota Pekanbaru memasuki hingga Idul Fitri 1439 Hijriyah aman di rumah potong.

"Meski saat ini sudah mulai mengalami permintaan sapi dirumah potong di Pekanbaru, dipastikan stok masih aman, dimana ada sekitar 250 sapi dan dilakukan pemotongan sekitar 30 ekor setiap harinnya, sementara pasokan sapi dari luar juga terus berdatangan, sehingga antara sapi yang dipotong setiap harinya dengan yang datang tidak ada masalah dan lancar,  stok selalu ready," kata Firdaus pada wartawan, Kamis.

Sedangkan harga daging sapi saat intensitas, kata Firdaus mengalami peningkatan paling tinggi 40 persen, dimana untuk daging potong saat ini berkisar Rp110 ribu per kilogram. Distanak Pekanbaru dan pihak kepolisian, sebutnya sudah bekerjasama untuk mengawasi setiap daging yang masuk ke kota Pekanbaru,  terutama saat jelang H-7 Ramadan, langkah ini diambil untuk memberi kenyamanan dan keamanan masyarakat terhadap kualitas sapi yang masuk di Kota Pekanbaru memmiliki kualitas yang bagus dan aman di konsumsi. 

"Biasanya saat H-7 nanti permintaan daging sapi cukup tinggi, makanya kita bentuk tim pengawasan dititik-titik masuknya sapi dari berbagai daerah. Titik yang kami pantau di Rumbai dan Panam. Kedua titik tersebut dipilih karena merupakan daerah lintas kabupaten yang juga memiliki rumah potong hewan (RPH) seperti halnya Pekanbar.  Jumlah konsumsi daging di masyarakat akan meningkat lebih dari 100 persen. Sehingga memudahkan kabupaten lain seperti Kabupaten Siak, Kampar dan Pelalawan mengirim dagingnya ke Pekanbaru,” jelasnya.

Firdaus menghimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir terhadap kualitas daging, khususnya da­ging sapi segar yang beredar di pasar-pasar tradisional dalam Kota Pekanbaru. Menurut dia, daging tersebut berasal dari RPH. Di mana, sebelum hewan disembelih, harus diperiksa dahulu oleh petugas. “Sejak tahun lalu, kami telah memperketat keluarnya surat keterangan kesehatan daging (SKKD) dari RPH, sehingga masyarakat dapat terlindungi.Pengawasan ini kami maksimalkan untuk mempersempit, bahkan menghilangkan ulah nakal para pedagang yang ingin meraup keuntungan tanpa memperhatikan kualitas daging," katanya lagi. (kbr.muf/*)


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :