Kabar Riau - Tek Seng Hentikan Pengiriman Ikan Napoleon

Tek Seng Hentikan Pengiriman Ikan Napoleon

Pimred
Share :
tek-seng-hentikan-pengiriman-ikan-napoleon

Kabarriau.com, Nusantara - Pengiriman ikan napoleon (cheilinus undulatus) dari Pancur Daik Lingga Kepri menuju Singapura dan Cina melalui kapal ukuran 120 gross ton sebagai pengangkut ikan napoleon milik Tek Seng kini mulai tersendat.

Patroli laut oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan semakin ketat. Tek Seng pemilik Kapal di Pancur Daik Lingga mengaku, kapal dan ABK-nya selama ini menyalahi Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 37 tahun 2013, tentang Perlindungan Terbatas Ikan Napoleon.

"Saya sudah hentikan pengangkutan ikan ke Malaysia dan Singapura, Dalam peraturan itu, ikan napoleon merupakan ikan dalam perlindungan terbatas, yakni ikan bisa ditangkap berdasar kuota dan ukuran tertentu. Semua itu tetap harus didasari administrasi dan perizinan yang berlaku," kata dia melalui sambungan selulernya belum lama ini.

"Semua ikan napoleon tanpa disertai bukti surat tangkap, kuota, apalagi ukurannya memang sebagian besar berukuran kecil semua tidak diperbolehkan," kata Tek Seng lagi.

Kapal miliknya selama ini merupakan kapal pengumpul ikan dari para nelayan. Melalui pelabuhan rakyat di Pancur, Daik Lingga Tek Seng mengambil ikan dri nelayan hasil tangkapan diseputar laut Kepri yang sudah masuk pada wilayah Laut Cina Selatan. Namun Tek Seng mengaku tak ada melakukan pengiriman ikan Nepoleon, selain dari pada ikan bawal dan kerapu serta hewan laut lainnya. Karena ada Patroli di bawah komando Kementerian Kelautan Perikanan, pengiriman ikan milik Tek Seng ke luar negri ia hentikan.

Dalam aturannya, Ikan napoleon merupakan ikan yang dilindungi berdasar ukuran tertentu. Ukuran 100-1000 gram dan yang lebih dari 3000 gram tidak boleh ditangkap. Meski dilindungi, ikan ini masih diperbolehkan diburu dengan ukuran 1.000-3.000 gram. Pengaturan itu mengakomodasi kepentingan ekonomi dan kepentingan konservasi, yakni permintaan pasar ekspor paling banyak pada ukuran tersebut.

Pasar terbesar ikan ini adalah China dan Hongkong. Sementara dari sisi konservasi, pada ukuran 1.000 gram ikan napoleon diprediksi sudah pernah memijah. Dan pada ukuran lebih dari 3.000 gram, ikan napoleon sedang masa berkembang biak. Dengan status dilindungi secara terbatas ini diyakini ikan napoleon memiliki kesempatan berkembang biak. "Setelah diperiksa, lebih dari 80 persen itu ukuran tidak di berat standar," kata pihak International Union for The Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN).

Lembaga IUCN ini membuat kategori sebuah sumber daya mengalami kondisi kritis, langka, dan terancam populasinya. Ikan napoleon hidup di antara terumbu karang dan mengisi sebagian besar perairan yang memiliki gugus batu karang yang besar. Faktor pemijahan yang rendah dan eksploitasi besar-besaran menjadi penyebab utama semakin menurunnya jumlah populasi ikan yang juga dijuluki King of Ocean ini. (kbr.s/***)


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :