Kabar Riau - UAD Beri Dispensasi Mahasiswa Non-Muslim

UAD Beri Dispensasi Mahasiswa Non-Muslim

Samsul
Share :
uad-beri-dispensasi-mahasiswa-nonmuslim

Kabarriau.com, Yogyakarta - Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta tetap menerima mahasiswa non Muslim, meskipun merupakan perguruan tinggi berbasis Islam.

Kepala Pusat al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) dan Layanan Sosial Keagamaan Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) UAD, Nur Kholis Arman Maimun, mengungkapkan, UAD tidak melarang jika mahasiswa non Muslim mau mengikuti kegiatan tahsin Alquran maupun AIK. 

Mahasiswa non-Muslim tidak diwajibkan mengikuti tahsin Alquran maupun perkuliahan al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK). “Kami tidak mewajibkan, tetapi kami juga tidak melarang. Mereka diperbolehkan untuk belajar,” katanya, dimuat Republika.co.id, Selasa.

Apabila akan mengikuti kuliah kerja nyata (KKN) atau ujian pendadaran, mereka cukup datang ke LPSI dan akan diberi surat keterangan. Mahasiswa non-Muslim tidak memerlukan sertifikat. Terkait tahsin Alquran, saat ini mayoritas mahasiswa UAD sudah banyak yang lulus tes dari 1 periode pembimbingan.

Presentase yang tidak lulus sekitar 0,3 persen. Artinya lebih dari 99 persen mahasiswa UAD mampu membaca alquran dengan baik dan benar.Pada tahun ini, UAD meningkatkan sasaran mutu lulusan yang mendapat nilai A tahsin alquran dari 5 menjadi 9 persen. “Ini bertujuan untuk membuktikan bahwa UAD adalah perguruan tinggi yang peduli terhadap mahasiswa. Jadi ada keseimbangan antara keilmuan secara umum dan keagamaan,” jelas Nur Kholis ketika diwawancarai di ruang takmir masjid Islamic Center UAD.

UAD Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi Belanda

Kerja sama itu terjalin berkat bantuan etasi pendidikan Indonesia di Belanda. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Belanda. Kerja sama itu terjalin berkat bantuan  atase pendidikan Indonesia untuk Belanda, Din Wahid M.Pd. Din yang berdinas di Dinas Kebudayaan KBRI Belanda.

Karena itu, pada 23 April 2018 UAD mengundang Din sebagai pembicara dan diskusi kerja sama luar negeri dengan dekan dan direktur pascasarjana. Pada diskusi tersebut, dosen UIN Jakarta itu menyampaikan sosialisasi kerja sama UAD dengan perguruan tinggi di Belanda.

Din diundang karena kolega yang ditemui UAD saat berkunjung ke Belanda pada 2014. "Dia termasuk orang yang banyak membantu kami untuk menghubungi universitas-universitas yang ada di negara Belanda,” kata dia di ruangannya.

Ida mengatakan, pimpinan UAD merasa sangat penting mengundang Din karena jabatan yang diembannya sangat erat kaitan dan berpengaruh besar untuk perguruan tinggi di Indonesia. “Kami memanfaatkan keberadaan Din Wahid untuk meningkatkan kerja sama antara UAD dengan perguruan tinggi yang ada di Belanda,” imbuhnya.

Bentuk kerja sama UAD dan belanda yang masih aktif, kata Ida, seperti pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, dan kerja sama dalam bidang jurnal. "UAD merupakan salah satu jurnal terbaik di kancah nasional dan internasional," ucap dia mengakhiri.


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :