Kabar Riau - Ujian Bahasa Inggris Dikeluhkan di Jerman

Ujian Bahasa Inggris Dikeluhkan di Jerman

Samsul
Share :
ujian-bahasa-inggris-dikeluhkan-di-jerman

Kabarriau.com, Berlin - Para pelajar di Jerman ini mengumpulkan puluhan ribu tanda tangan untuk petisi online. Siswa sekolah menengah di Jerman telah mengumpulkan puluhan ribu tanda tangan dalam petisi online mengeluhkan tentang ujian bahasa Inggris akhir yang dinilai tidak adil. Mereka mengatakan tes itu jauh lebih sulit daripada tahun-tahun sebelumnya.

Akhir pekan kemarin, para siswa dari negara bagian barat daya Baden-Wuerttemberg telah mengumpulkan hampir 36 ribu tanda tangan, meskipun hanya 33.500 orang yang mengikuti ujian di seluruh negara bagian bulan lalu. Mereka mengeluh bahwa kutipan teks dari novel penulis Amerika Henry Roth tahun 1934 "Call it Sleep" terlalu sulit dan tidak jelas untuk dianalisis dan meminta agar penilaian menjadi lebih lunak tahun ini.

Ujian sekolah menengah atas di Jerman yang disebut Abitur mengahruskan semua siswa yang ingin masuk universitas harus lulus. Hanya mereka yang memiliki nilai ujian yang sangat baik akan masuk ke jurusan dambaan. Tetapi jurusan lain seperti teknik atau studi bahasa juga hanya menawarkan tempat terbatas.

Banyak siswa Jerman, orang tua dan guru telah stres selama berbulan-bulan selama Abitur. Seringkali sekolah membatalkan semua kelas reguler untuk siswa yang lebih muda selama tes sehingga siswa Abitur tidak terganggu.

Petisi online tersebut membuat kegemparan hingga ke telinga Gubernur negara bagian Winfried Kretschmann. Ia merasa prihatin atas kejadian yang menimpa murid-murid.

"Tidak ada hak untuk itu. Anda menginginkan masuk universitas, dan Anda harus terima ujian itu," kata dia.

Pada saat yang sama, Kretschmann mengakui bahwa kemampuan bahasa Inggrisnya terlalu lemah untuk benar-benar menilai apakah teks yang disengketakan itu terlalu sulit. Para siswa mengatakan bahwa bagian dari novel Roth yang harus mereka analisis, deskripsi metaforis tentang Patung Liberty sulit dimengerti karena kosakata yang tidak diketahui. Mereka juga mengeluhkan pertanyaan yang harus mereka jawab tidak ditanyakan secara tepat.

Kementerian pendidikan negara menanggapi dengan meminta ahli dari luar untuk mengevaluasi ujian. Otoritas pendidikan juga mencatat bahwa siswa di negara bagian Mecklenburg-West Pomerania bagian timur Jerman harus menganalisis bagian yang sama dan tidak mengeluh tentang hal itu.


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :