Kabar Riau - Geopark Ciletuh Bakal Sedot Rp 1 Triliun

Geopark Ciletuh Bakal Sedot Rp 1 Triliun

Samsul
Share :
geopark-ciletuh-bakal-sedot-rp-1-triliun

Kabarriau.com, Bandung  - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ahmad Heryawan menyatakan Geopark Ciletuh - Palabuhanratu yag telah ditetapkan menjadi bagian dari jaringan geopark dunia atau UNESCO Global Geopark (UGG) untuk menata dan mengembangkan kawasan pariwisata itu dibutuhkan anggaran Rp 1 triliun.

"Kawasan geopark ini akan semakin berkembang jika suntikan dananya cukup besar. Katakan saja Rp 1 triliun, berinvestasi lewat anggaran negara dengan uang sebesar itu tidak terlalu besar dibanding manfaat yang lebih besar dari itu," ujar Ahmad Heryawan yang akrab disapa Aher kepada wartawan di Gedung Sate yang dimuat Republika.co.id, Senin (16/4).

Ahmad Heryawan berharap, pemerintah pusat bisa memberikan anggaran Rp 1 triliun ini. Untuk infrastruktur jalan penghubung Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, Pemprov Jawa Barat sudah menggelontorkan anggaran Rp 96 miliar pada 2016. Hal itu yakni membangun ruas jalan dari pintu masuk Waluran ke geopark. Selain itu, pada 2017 dibangun juga ruas jalan dari pintu masuk Loji ke geopark yang menelan anggaran Rp 217 Miliar. "Tahun ini kita membuat kawasan jalan dari arah pintu masuk Paltiga sebesar Rp 90 Miliar," katanya.

Geopark Ciletuh harus dilengkapi juga sarana dan prasarananya. Salah satunya, harus dilengkapi dengan toilet. Keberadaan toilet itu penting karena kalau banyak dikunjungi oleh wisatawan harus ada toilet yang memadainya. "Luas kawasan Geopark Ciletuh ini sekitar 148 ribu hektare kawasannya. Lahan ada yang milih pemerintah dan masyarakat tapi kan tak harus dibebaskan," katanya.

Selain itu, Pemprov Jabar juga membangunan bandara di Sukabumi. Hal itu karena, salah satu syarat geopark internasional itu, harus ada bandara dekat geopark dengan jarak tempuh maksimal tiga jam perjalanan. Proses penetapan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu menjadi jaringan geopark global Unesco (UGG) terbilang cepat. Biasanya proses yang ditempuh sepuluh tahun setelah penetapan geopark nasional. "Tiga tahun lalu kita (Geopark Ciletuh-Palabuhanratu) ditetapkan sebagai Geopark Nasional oleh Pemerintah Pusat dan langsung kita ajukan ke UNESCO sebagai UGG dan ternyata, Alhamdulillah diterima," kata Aher.


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :