Kabar Riau - Bulan Ramadhan Perlu Diperbanyak Amalan

Bulan Ramadhan Perlu Diperbanyak Amalan

Samsul
Share :
bulan-ramadhan-perlu-diperbanyak-amalan

Kabarriau.com, Agama - Menurut Guru Besar IPB, Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MS, di bulan puasa, paling tidak ada tiga ibadah yang penting untuk dilaksanakan dan ditingkatkan dengan sebaik mungkin.

“Ramadhan merupakan momentum bagi kaum Muslimin untuk meningkatkan amal ibadahnya. Perbanyaklah tartil Quran, shalat sunnah dan sedekah atau infak,” kata Prof Didin Hafidhuddin saat mengisi pengajian guru dan karyawan Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI) sekaligus Tarhib Ramadhan di Masjid Al-Ikhlas Bosowa Bina Insani  Bogor, Jawa Barat, dimuat Republika.co.id, Jumat (4/5).

Pertama, memperbanyak tartil Quran. Tartil Quran bukan sekadar membaca Alquran, melainkan membaca Alquran dan mempelajari makna dan kandungannya. “Menjelang Ramadhan, buatlah target tartil Quran selama Ramadhan. Misalnya membaca dan mempelajari kandungan Surat Al-Baqarah. Baca dan pelajarilah kandungannya dengan sebaik mungkin. Surat Al-Baqarah merupakan surat yang sangat penting kita baca dan pelajari, sebab memuat berbagai pesan penting dalam Alquran. Sekitar 70 persen kata-kata dalam Alquran ada di Surat Al-Baqarah,” kata Direktur Pascasarjana Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor.

Selama bulan Ramadhan masyarakat melakukan Tadarus itu baik. Namun yang harus dipahami, tadarus itu bukan sekadar membaca Alquran, melainkan juga mempelajari makna dan pesannya. “Jadi, bukan sekadar target jumlah surat yang kita baca selama Ramadhan, misalnya satu kali khatam, melainkan juga kita coba pahami makna dan pesan yang terkandung dalam surat-surat dan ayat-ayat yang kit abaca tersebut,” tutur mantan Ketua Umum Baznas.

Ramadhan merupakan momentum untuk memperbanyak shalat sunnah, terutama shalat Tarawih dan shalat Tahajud atau qiyamullail. “Laksanakanlah shalat Tarawih dengan sebaik mungkin. Jangan terburu-buru. Baik yang memilih delapan rakaat maupun 20 rakaat, silakan. Intinya adalah laksanakan shalat Tarawih tersebut dengan bacaan khusyu’ dan bacaan  yang tartil, sehingga dapat diresapi dan dipetik maknanya,” ujarnya.

Shalat Tarawih, kata Didin tidak menghilangkan shalat Tahajud atau qiyamullail. “Shalat Tarawih khusus hanya ada pada bulan Ramadhan, sedangkan shalat Tahajud ada setiap malam, sepanjang tahun. Hanya yang perlu diperhatikan, kalau selesai Tarawih langsung shalat Witir, maka selesai qiyamullail tidak perlu lagi Witir. Kalau shalat Tarawih tidak ditutup dengan Witir, maka selesai shalat Tahajud, tutuplah dengan Witir. Nabi menegaskan, tidak ada dua witir dalam satu malam,” paparnya.

Ketiga, manfaatkanlah Ramadhan untuk memperbanyak infak dan sedekah. Bukan zakat. Sebab, zakat yang terkait dengan Ramadhan, hanyalah zakat fitrah. Zakat itu harus diberikan pada bulan Ramadhan, khususnya menjelang akhir Ramadhan sampai menjelang shalat Idul Fitri.“Jutru yang terpenting adalah kita memperbanyak infak dan sedekah selama bulan Ramadhan. Inilah momentum yang luar biasa bagi kita untuk melatih diri kita agar selalu gemar berinfak dan bersedekah, dan menjadikannya sebagai gaya hidup kita sehari-hari  selepas Ramadhan,” papar Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MS.


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :