Kabar Riau - Tujuh Komplotan 'Pemuja' Pil Exstasi Diringkus 

Tujuh Komplotan 'Pemuja' Pil Exstasi Diringkus 

Roni
Share :
tujuh-komplotan-pemuja-pil-exstasi-diringkus 

Kabarriau.com, Rokan Hulu - Polisi Satuan Resnarkoba Polres Rokan Hulu (Rohul) Riau, berhasil meringkus komplotan pemuja narkoba jenis pil ekstasi. Ini cukup mengejutkan publik, komplotan terdiri lima orang perempuan  dan 2 orang lelaki dan tujuh orang Pelaku ini berhasil dibekuk pada Kamis (26/04/18) Pukul 16 00 Wib dinihari.

Informasi dihimpun dilapangan pengungkapan penyalahgunaan dan pelaku tindak pidana narkotika oleh anggota Satres Narkoba Polres Rohul ini berlangsung di TKP (Tempat Kejadian Perkara), tepatnya di Jalan lingkar jembatan Batang Lubuh II Kampung Baru, Desa Pematang Berangan, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.

Polisi telah mengamankan tujuh pelaku yakni, Ju (33 th) wiraswasta, warga Desa Ulak Patian kecamatan Kepenuhan Rohul, Da (36 th), wiraswasta, warga Desa Ulak Patian,  
Kemudian IB (19 th) seorang gadis belia ex pelajar yang berdomisili di Dusun Padang Merbau Barat, Desa Koto perambahan, kecamatan Kampar Timur, kabupaten Kampar.

Kemudian ES (18 th) jenis kelamin perempuan warga desa kampung Panjang kecamatan Tambusai,(Is 23 th) jenis kelamin perempuan warga desa suka Maju kecamatan Rambah - Rohul, selanjutnya IAP (17 th) warga Nogori  Desa Babussalam juga turut di gelandang ke Mapolres Rohul.

"Disamping warga Rohul dalam komplotan ini juga ada warga yang berasal dari Jawa Timur yakni Fs (18 th) berjenis kelamin perempuan berasal dari kabupaten Malang
Sementara AN hanya dijadikan Saksi karna dalam hasil introgasi di dapat keterangan dari JU dan Da bahwa AN bukan pengguna narkotika bahkan di kuatkan dari hasil tes urin nya Negatip," kata Paur Humas Polres Rohul Ipda Nanang.

Selain berhasil meringkus lima pelaku wanita dan dua pelaku lelaki, polisi berhasil menyita barang bukti dari para tersangka, yaitu setengah butir di duga narkotika jenis pil enak gila (extasi), 2 butir inex dan 1 unit mobil merk Toyota Type Fortuner serta 2 unit handphone. 

Kronologis penangkapan pelaku pemuja narkoba ini, berawal pada hari Kamis (26/04/18), Shubuh dinihari, sekitar pukul 16.00 wib, polisi dari Sat Resnarkoba Polres Rohul yang dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba AKP Masjang Efendi dan Kanit Opsnal Narkoba Polres Rohul, berhasil melakukan penangkapan terhadap tujuh orang pelaku penyalah gunaan narkoba.

Berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa di Jalan lingkar Km 4 Desa Suka Maju Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, sering terjadi transaksi dan penyalah gunaan narkotika, mendapat informasi dari masyarakat Kasat Narkoba AKP Masjang Efendi bersama sejumlah anggotanya langsung menindak lanjuti informasi tersebut.

Pada saat dilakukan pengintaian 1 (satu) unit mobil merk Toyota Jenis Fortuner BM 1390 MQ sedang melintas menuju Bundaran Ratik Togak Desa Pematang Berangan, Tim melihat gerak gerik yang mencurigakan di dalam mobil tersebut ada beberapa wanita yang sedang asyik berjoget. 

Petugas terus membuntuti, sesampainya di jembatan Kampung Baru pengemudi diminta untuk menghentikan kendaraannya, saat dilakukan penggeledahan ternyata ada lima orang wanita dan dua laki laki yang mabuk di duga akibat mengkonsumsi pil exstasi.

Selanjutnya ke tujuh pelaku dan barang bukti (Barbuk) berupa ineks atau extasi sebanyak 12 butir senilai rp 3 000 000 di bawa ke Polres Rohul untuk pemeriksaan  lebih lanjut. Kapolres Rohul AKBP M Hasym Risahondua SIK MSi melalui Paur Humas Ipda Nanang Pujiono SH membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan 5 perempuan dan 2 lelaki diduga pemakai Narkoba jenis pil Ekstasi dan kelima pelaku di Ancam dengan Pasal 112 ayat (1) jo Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika bahwa setiap orang yang tanpa hak atau melawan Hukum, memiliki, menyimpan, atau menyediakan Narkotika Golongan (I) bukan tanaman di pidana dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun penjara.

Sementara dua orang pelaku yakni IAP (17 th) dan Es ( 16 th) merupakan anak di bawah umur keduanya di Ancam dengan UU No 11 Tahun 2012 tentang sistim peradilan anak dengan penanganan masa penangkapan 1 X 24 jam sesuai  Pasal 30 UU SPPA dengan Penahanan Penyidik 7 hari dan di perpanjang oleh JPU selama 8 hari " jelas Paur Humas, Minggu. (kbr.alf/*)


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :