Kabar Riau - Pemilik Home Industry Miras Oplosan Diburu

Pemilik Home Industry Miras Oplosan Diburu

Roni
Share :
pemilik-home-industry-miras-oplosan-diburu

Kabarriau.com, Pekanbaru - Pemilik home industry miras oplosan sedang diburu, Satu orang pelaku kaki tangan pemilik berhasil diamankan.

Pemilik sekaligus peracik miras oplosan diduga terlebih dahulu kabur sesaat akan dilakukan penggerebekan oleh polisi. Di lokasi hanya ada tersangka RP warga Pekanbaru yang ditangkap saat memindahkan barang. "Tersangka RP ini hanya sebagai pembantu pemilik meracik miras oplosan," ungkap Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto kepada wartawan, Senin (19/3), usai ekspos. 

Dari hasil penggrebekan ditemukan 1000 botol kosong, 1 unit mesin pres, 504 miras oplosan yang sudah jadi, 8600 botol dan bahan campurannya. Serta 8000 tutup botol dan label dan merk minuman yang dicetak. "Semua barang bukti ini didapat di rumah pemilik home industry di Jalan Singgalang, Kecamatan Tenayan Raya," terang Susanto. 

Pengungkapan kasus ini berkat laporan warga. Setelah dilakukan penyelidikan lalu dilakukan penggrebekan. Sementara dari hasil pengembangan polisi selama beberapa hari, telah dilakukan upaya pengecekan terhadap bahan-bahan racikan miras oplosan ke Balai POM. "Dari hasil uji sample yang dilakukan, ternyata terdapat kandungan Menthanol sebanyak 7,9 persen. Ini tidak memenuhi syarat dan dan sangat membahayakan si konsumen," terang Susanto. 

Home industry oplosan miras ini telah beroperasi selama 4 bulan lamanya dengan modal awal Rp 100 juta. Keuntungan diraih pemiliknya bisa mencapai Rp 400 juta. Jumlah yang sangat fantastik. "Katanya sih baru 4 bulan operasinya dari keterangan tersangka RP yang juga warga Pekanbaru. Miras ini juga disebarkan di wilayah Pekanbaru dan sekitarnya," tambah Susanto. 

Untuk harga yang ditampilkan pelaku ini lemayan lebih rendah dari biasanya dijual di pasaran. Sekitar setengah harga, gunanya menarik pembeli di pasaran."Harganya miring, hanya Rp 17 ribu sudah bisa memiliki miras oplosan ini. Sekarang sudah disebar luaskan di kios-kios Pekanbaru," urai Susanto. 

Mengenai pemilik sekaligus peracik misar oplosan ini diduga sudah kabur duluan. Mengetahui akan dilakukan penggrebekan, tersisa hanya RP yang ditangkap. Pengakuannya baru sekali ikut dalam aksi nekat mengoplos miras ini. Dengan upah hanya Rp 150 ribu perharinya. Pelaku tergiur meski hukuman menanti baginya. "Dia akui baru sekali dan tidak mengetahui sama sekali hal ini. Upaya yang diterimanya cuma Rp 150 ribu perhari. Untuk pemilik yang kabur tengah kita buru keberadaannya saat ini," pungkas Susanto. (kbr.ron/*)


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :