Kabar Riau - Pembangunan Jembatan Batam - Bintan Dipercepat

Pembangunan Jembatan Batam - Bintan Dipercepat

Pimred
Share :
pembangunan-jembatan-batam--bintan-dipercepat

Kabarriau.com Tanjung Pinang - Usulan proyek strategis oleh Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) disetujui Presiden Joko Widodo dalam pertemuan khusus.

"Alhamdulillah semua disetujui Bapak Jokowi, bahkan para menteri diminta mem-follow up ini semua dan mencari aturan supaya investasi yang masuk dipermudah," kata Nurdin Basirun di Gedung Graha Kepri, Batam Kepulauan Riau.

Seluruhnya ada tujuh proyek strategis yang dibicarakan, diantaranya Pembangunan Jembatan Batam-Bintan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh, KEK Galang Batang, KEK Pulau Asam, Pengembangan Pelabuhan Batu Ampar, pengembangan dan modernisasi Bandara Hang Nadim, dan Pembangunan Batam LRT (Ligy Raoit Transit).

"Untuk Jembatan Batam-Bintan, rencana pembangunannya menghubungkan Batam-Bintan dengan panjang 7 kilometer, sehingga akses Batam-Bintan serta Tanjungpinang terbuka," ungkap Nurdin.

Menurutnya, pembangunan ini meningkatkan aktivitas ekonomi, mobilitas orang, kendaraan, barang dan jasa industri, serta pasokan air bersih dan gas dari Batam-Bintan. Melalui pembangunan ini juga membangun martabat bangsa yang total investasi diperkirakan mencapai Rp 7,1 Triliun.

"Kepri meminta dukungan aturan pemerintah untuk merealisasikan proyek ini melalui skema joint venture bersama investor swasta dan local partner. Bahkan untuk Pelabuhan Tanjung Sauh, bakal masuk nilai investasi sebesar Rp 20 triliun," ujar Nurdin.

Tanjung Sauh sendiri nantinya dijadikan pelabuhan peti kemas modern, containern yard dan Kawasan Industri Terpadu pengolahan dan penyimpanan gas serta sebagai logistic hub dan port gate way di wilayah Indonesia bagian barat dan dapat memangkas deelling time dengan target kapasitas 5 juta TEUs per tahun. Begitupun untuk KEK Galang Batam, yang diakuinya sudah ditetapkan dengan PO Nomor 42 Tahun 2017.

Hingga akhir 2017, nilai investasi yang sudah direalisasikan mencapai Rp 1,1 triliun dari total rencana investasi Rp 36,2 triliun. "Soal KEK Galang Batang, di hadapan saya, Pak Jokowi langsung menandatangani Keppres untuk Dewan Kawasan, agar tidak ada tumpang tindih dan aturan yang membingungkan," tuturnya, Rabu kemarin didepan wartawan.

Nurdin yakin, realisasi investasi di Galang Batang semakin cepat. Investor akan langsung melakukan pembangunan jalan, pelabuhan termasuk energi untuk mendukung industri tersebut.

Untuk KEK Pulau Asam akan dijadikan pusat pengumpul migas, industri, dan container yard dalam rangka mendukung ketahanan energi nasional. "Bahkan Pak Jokowi langsung memerintahkan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup untuk menuntaskan persoalan terkait," ungkapnya.

Untuk pengembangan Pelabuhan Batu Ampar, rencananya akan dilakukan beberapa pengembangan. Tujuannya, untuk memodernisasi sarana dan prasarana, pengembangan container yard, pengembangan port managenet system. Kapasitasnya yang dalam setahun hanya Rp 400.000 TEUs akan menjadi satu juta TEUs.

Sementara untuk Batam Light Rail Transit dikembangkan untuk penyediaan transportasi massa, murah, dan mampu mengatasi kemacetan. Rute yang direncanakan, mulai dari Hang Nadim-Nagoya, Tanjunguncang-Mukakuning-Batam Center.

Demikian Bandara Hang Nadim akan terus dikembangkan berbagai fasilitasnya. Strategisnya Kepri pada pertemuan itu dipaparkan Nurdin secara singkat. Jika dikelola secara baik, pasti akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. "Ahamdulillah semua direspons dan diminta dilaksanakan segera. Saya bilang ini hadiah untuk Masyarakat Kepri dari 10 tahun Pak Presiden memimpin Indonesia," kata Nurdin tersenyum.

Jembatan Batam-Bintan Segera Dibangun

Realisasi dari rencana pembangunan penghubung Batam - Bintan akan terwujud pada April 2018 ini yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh presiden. Nurdin sendiri begitu meyakini jembatan Batam-Bintan pasti akan dibangun dalam waktu dekat.

"April ini Pak Presiden sendirilah yang melakukan groud breaking atau peletakan batu pertama," kata Nurdin kepada awak media di ruang kerjanya, lantai 4 Kantor Gubernur Kepri di Pulau Dompak Tanjungpinang, sebutnya.

Dia akan mengumumkan ke masyarakat tentang pembangunan jembatan tersebut setelah semuanya dinyatakan pasti. "Saya tidak mau kejadian lalu terulang kembali. Karena itu, saya baru sampaikan kepada masyarakat setelah Pak Presiden memastikan semuanya," ujarnya.

Dia memastikan semuanya sudah diselesaikan oleh pemerintah provinsi Kepri. "Masalah lahan sudah diselesaikan. Persoalan teknologi bisa diatasi," ungkapnya.

Saat ini sedang diproses aturan yang memayungi pelaksanaan proyek-proyek prestisius tersebut. Aturan yang dimaksudkannya adalah peraturan presiden (Perpres) itu sendiri.

"Tetapi saya yakin Pak Presiden pasti akan mempercepat proses penerbitan aturan yang mengatur dan memayungi proyek-proyek ini," ungkapnya. (kbr.s/***)


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :