Kabar Riau - Mahasiswa Program Doktor ITS Temukan Cara Atasi Listrik

Mahasiswa Program Doktor ITS Temukan Cara Atasi Listrik

Roni
Share :
mahasiswa-program-doktor-its-temukan-cara-atasi-listrik

Kabarriau.com, Surabaya - Jangkung Raharjo, mahasiswa Program Doktor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), menemukan metode Coarse to Fine Search (CFS) sebagai penanganan masalah lisrik.

Hasil penelitiannya pun sudah ia presentasikan dalam sidang promosi doktor. Promovendus yang akrab disapa Jangkung ini menjelaskan, masalah Economic Dispatch merupakan masalah multidimensi yang bergantung pada jumlah pembangkit yang dilibatkan. Hal tersebut menyebabkan optimalisasi biaya pembangkitan pada sistem tenaga berskala besar menjadi sebuah masalah yang rumit.

Ia juga menjelaskan, selama ini metode yang digunakan untuk menganalisa peminimalan biaya pembangkitan kurang optimal. "Metode yang selama ini digunakan belum mencapai biaya yang terendah namun sudah berhenti," kata Jangkung dalam siaran pers dimuat Republika.co.id, Sabtu (31/3).

Berbekal ilmunya tentang telekomunikasi yang ia ambil ketika S2 dulu, akhirnya Jangkung menemukan ide untuk mencoba sebuah metode pengolahan video, yakni metode CFS. "Saya mencoba berinovasi pada metode ini karena saya merasa ada kemiripan antara variabel pengolahan video dengan variabel dalam masalah Economic Dispatch tersebut," ujar Jangkung.

Selama ini, metoda CFS digunakan pada persoalan optimasi pengolahan sinyal informasi, khususnya pada pergerakan sinyal video. Bagi Jangkung, metode ini bisa juga digunakan untuk mengurangi kompleksitas sistem pembangkit, sehingga waktu komputasi lebih cepat.

Dosen di Telkom University Bandung ini pun berhasil membuktikan bahwa metode CFS dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah ED tersebut dengan jaminan konvergensi yang metode ini berikan. Selain itu, metode ini pun disinyalir dapat menyelesaikan persoalan multidimensi. "Hal tersebut membuat metode ini dapat digunakan dalam dimensi tak terbatas," kata Jangkung.

Untuk memvalidasi metode ini telah dilakukan pengujian pada sistem tenaga Jawa-Bali dengan tegangan 500 kilovolt (kV). Pada pengujian tersebut fakta menarik kembali ditemukan, yakni metode ini juga dapat memecahkan persoalan ED untuk fungsi obyektif yang berorde tinggi (tidak dapat diturunkan).


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :