Kabar Riau - Kejati Riau Lirik Tersangka Baru Dugaan Korupsi Dispenda

Kejati Riau Lirik Tersangka Baru Dugaan Korupsi Dispenda

Roni
Share :
kejati-riau-lirik-tersangka-baru-dugaan-korupsi-dispenda

Kabarriau.com, Pekanbaru - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau kini menjadwalkan untuk memeriksa saksi-saksi yang mengarah ke tersangka baru dalam dugaan kasus korupsi pemotongan anggaran di dua bidang Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Riau tahun 2015-2016. 

"Sprindik baru sudah mendapatkan persetujuan dari Kejati Riau," kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau, Sugeng Riyanta pada wartawan, Rabu (28/2/2018).

Selain dugaan korupsi dibagian keuangan juga di Bidang Pengolahan Data, serta Bidang Pembukuan dan Pengawasan juga terdapat indikasi korupsinya. Setelah melalui proses penyelidikan sebelumnya. "Makanya kita memeriksa saksi-saksi untuk mengumpulkan alat bukti. Tapi jadwal sudah disusun. Ini baru mulai," ujar Sugeng. 

Kelima tersangka itu, Deliana dan Deyu yang saat itu masing-masing menjabat sebagai Sekretaris dan Kasubbag Pengeluaran di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau. Mereka, tengah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Lalu, Yanti, Deci Ari Yetti dan Syarifah Aspannidar, yang merupakan Bendahara Pengeluaran Pembantu di dua bidang, yaitu Bidang Retribusi dan Pajak. Mereka juga telah ditahan Lapas Gobah Perempuan dan Anak, Kamis (15/2/2018) lalu. 

Semalam, berkas perkara tersangka Yanti, Deci Ari Yetti dan Syarifah sudah dinyatakan lengkap atau P21 dan dilakukan tahap II pekan depan yang diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). 

Korupsi bermula adanya pemotongan saat bidang-bidang mengajukan Uang Persediaan (UP) dan GU (Ganti Uang) keuangan sebesar 10 persen diduga berdasarkan perintah Deliana dan Deyu. Sejatinya uang itu diperuntukan untuk pegawai dalam rangka perjalanan dinas dalam daerah. Ternyata di bidang itu juga dilakukan pemotongan kembali.

Untuk diketahui, berdasarkan surat dakwaan terhadap terdakwa Deliana dan Deyu diketahui dari total kerugian negara dalam perkara ini sebesar Rp701.227.897 diantaranya dinikmati 10 orang pegawai instansi tersebut, termasuk keduanya.

Akibat perbuatan terdakwa Deyu dan Deliana telah menimbulkan kerugian Negara APBD Riau Tahun 2015 sampai dengan 2016 sebesar Rp1,3  miliar lebih, sehingga masing-masing bidang tidak bisa melaksanakan tugasnya dan  mempertanggung jawabkan keuangan dan membuat SPPD yang tidak sesuai. (kbr.ron/*)


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :