Kabar Riau - Bawaslu 'Hajar' ASN Terlibat Politik Praktis

Bawaslu 'Hajar' ASN Terlibat Politik Praktis

Roni
Share :
bawaslu-hajar-asn-terlibat-politik-praktis

Kabarriau.com, Pekanbaru - Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Riau menjatuhkan vonis bersalah terhadap seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) ZK (55).

Zulkarnain diduga terlibat politik praktis dengan mendukung Calon Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman di media sosial dan media cetak. Atas perbuatannya, ZK dilaporkan Bawaslu Riau ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi, lalu ke Kementerian Dalam Negeri serta ke Komisi Aparatur Sipil Negara dan juga Badan Kepegawaian Negara (BKN)‎.

"Sudah kita plenokan terhadap ZK (Zulkarnain Kadir), hasilnya memenuhi unsur pelanggaran netralitas. Sudah kita rekomendasikan ke Menpan RB, Mendagri, BKN dan KASN di Jakarta," ujar Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan, Selasa (13/2/2018).

Rusidi menyebutkan, meski perbuatan Zulkarnain belum memasuki proses penetapan calon Cagub dan Cawagub Riau, namun ASN tetap saja dilarang ikut serta terlibat politik praktis. Rusidi juga menyertakan bukti-bukti keterlibatan Zulkarnain dan melampirkan Undang-undang yang diberlakukan kepadanya.

"Kita jerat dengan Undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang ASN, PP 53 tahun 2010 tentang disiplin ASN, PP no 42 tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps PNS/ASN. Dan Surat Edaran Menpan RB no 71 tahun 2017.," jelas Rusidi.

Sementara itu, Zulkarnain membantah tudingan ketidaknetralan yang diduga dilakukannya. Dia menyebutkan, niat hatinya tidak ada melakukan kampanye atau mendukung Calon Gubernur Riau di media sosial dan media cetak.

"Saya kan ditanya oleh wartawan, tentang Pak Gubernur (Arsyadjuliandi Rahman), lalu saya jelaskan. Tidak ada kalimat ajakan untuk mendukung, tidak ada kampanye. Kalau soal membagikan prestasi Pak Gubernur di Group WA, itu kan suatu group tertutup, jadi apa salahnya," ‎kata Zulkarnain. 

20 Orang ASN Dipanggil

Sebelumnya, Bawaslu juga telah memanggil 20 orang ASN di Riau yang juga tidak netral. 20 orang lebih aparatur sipil negara ( ASN) telah dipanggil Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Riau sepanjang tahapan Pilkada di Provinsi Riau.

ASN yang dipanggil diduga melanggar netralitas. Data dari Bawaslu Riau, dugaan pelanggaran paling banyak ditemukan pada ASN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan.

"Temuan kita saat ini ada yang di Pelalawan, Pekanbaru, Kampar, Bengkalis, dan Rohul. Paling banyak di Pelalawan berjumlah 16 orang ASN," kata Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan.

Menurut dia, saat ini ada sekitar 20 orang ASN yang diduga melanggar Undang-Undang Netralitas ASN yang dikeluarkan MenPan-RB. Bahkan tiga orang di antaranya sudah direkomendasikan ke MenPan-RB untuk diberikan sanksi.

Baca: Diduga Terlibat Dalam Pilkada 2018, Nasib Sekdako Pekanbaru M Noer Diputuskan Pekan Ini. "Jadi setiap temuan kita lakukan pemanggilan untuk meminta klarifikasi. Kemudian kita kaji dan diplenokan. Untuk sanksi dari lembaga terkait dalam hal ini MenPan-RB," jelas Rusidi.

Dia mengatakan, dua orang ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau dipanggil. "Keduanya berinisial ZK dan SR. Mereka sudah kita minta klarifikasi. Selanjutnya hasil keterangan mereka kita kaji dan mengumpulkan barang bukti. Setelah itu kita lakukan pleno," ucap Rusidi.

Dia menyebutkan, pemanggilan terhadap ZK yang merupakan birokrat senior Provinsi Riau ini, terkait dugaan pelanggaran netralitas ASN. ZK, beberapa hari lalu memberikan komentar di media massa tentang sosok salah satu bakal calon gubernur Riau.

Begitu juga dengan SR, yang diduga berfoto dengan salah satu kandidat dan meng-upload ke media sosial serta diduga menghadiri acara salah satu bakal calon. Karenanya, kegiatan ZK dan SR terpantau oleh Bawaslu Riau dan netralitas ASN mereka dipertanyakan.

Sementara itu, ZK usai dimintai keterangan oleh Bawaslu, membantah bila dirinya memberikan dukungan terhadap salah satu bakal calon gubernur Riau. "Saya tidak ada niat memberi dukungan. Saya yang sudah non job ini, kiranya biasa saja kalau menilai pak gubernur," jawab ZK.

Dia juga mengaku tidak pernah berkomentar kepada media massa soal mendukung bakal calon tersebut. Hanya saja ia membuat tagline di grup WhatsApp (WA) beberapa waktu lalu. (kbr.san/*)


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :