Kabar Riau - Dugaan Korupsi Oknum Kades 'Mulai Kabur'

Dugaan Korupsi Oknum Kades 'Mulai Kabur'

Roni
Share :
dugaan-korupsi-oknum-kades-mulai-kabur

Kabarriau.com, Rengat - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menerima pelimpahan penanganan tindak lanjut atas laporan dugaan korupsi di Desa Bukit Selanjut dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.

Kejari Inhu Supardi SH melalui Kasi Intel, Wisnu Nugroho SH mengatakan, laporan aparat Desa Bukit Selanjut ke Kejati Riau pada Juli 2017 lalu sudah dilimpahkan penanganannya ke Kejari Inhu.

“Kami dari Penyidik Kejari Inhu baru akan melakukan penyidikan terhadap Kades Bukit Selanjut Kecamatan Kelayang, Inhu sebagaimana laporan sejumlah aparat desa, demikian juga adanya laporan resmi dari hasil pemeriksaan Inspektorat Inhu,” kata Wisnu Nugroho.

Laporan ditanda tangani sejumlah aparat Desa Bukit Selanjut sudah dipelajari terkait dugaan tindak pidana korupsi, hanya saja penyidik Kejari Inhu belum bisa melakukan penyidikan terhadap oknum Kades Bukit Selanjut Gusman Ardodi.

Kejari Inhu sudah pernah melakukan penyidikan terhadap kasus korupsi terkait penyalahgunaan pembangunan antena wifi disemua kantor desa di kecamatan Rakitkulim, Inhu. "Inspektorat Inhu complain karena merasa dilangkahi oleh penyidik Jaksa. Meski laporan sudah diterima penyidik Jaksa masih menunggu hasil pemeriksaan Inspektorat Inhu," ujar Wisnu Nugroho.

Lembaga Swadaya Masyarakat (lsm) Pemantau Koropsi Kolusi dan Nepotisme (PKKN) Inhu, Berlin Manurung SH menilai, laporan dugaan korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) di Desa Bukit Selanjut terlihat stagnan. "Laporan dari aparat desa adanya dugaan korupsi yang menembuskannya ke Inspektorat Inhu tidak ada tindak lanjutnya," kata Berlin.

Dugaan korupsi oknum Kades Bukit Selanjut mencapai ratusan juta ADD tahun 2017 dilaporkan ke Kejati Riau dan kini dilimpahkan ke Kejari Inhu, bahkan sudah diperiksa Inspektorat Inhu, "sepertinya ditutup tutupi oleh yang melakukan pemeriksaan, ada apa ya," tanya Berlin.

Dia menilai Inspektorat diduga sebagai bamper pemerintah daerah setempat, "mana ada kasus yang ditangani Inspektorat sampai dilimpahkan ke penyidik, apalagi sampai ke pengadilan,” cetusnya.

Berdasarkan bukti surat lapor nomor 002/2030/BS/VII/2017 tertanggal 22 Juli 2017, Kepala Bukit Selanjut Guspan Ardodi, dilaporkan tiga orang Perangkat Desa ke Kejati Riau. Laporan tersebut memuat tiga belas item kegiatan dugaan penyalahgunaan ADD ratusan juta rupiah sejak tahun 2015 hingga tahun anggaran 2017.

Pembangunan Kantor Desa tahun 2016 Rp 340 juta tapi masih mangkrak, dugaan markup infrastruktur jalan Dusun III Rp 485. 790.000 dan pembangunan drainase Dusun III Rp350 juta seperti disebutkan pelapor, Kadus I,  Alpizar dan Kadus III, Kalkausar.

"Mewakili ratusan masyarakat, kami ada tiga orang Kadus termasuk Kadus II,  Yuzar, yang melaporkan Kades Guspan Ardodi atas dugaan korupsi ADD ke Kejati Riau," sambung mereka di Pematangreba.

Sayangnya, kata pelapor, hingga saat ini hasil pelaporan tidak pernah diperiksa APH Kejati Riau, tapi laporannya justru dilimpahkan ke Inspektorat Pemkab Inhu dan Kejari Inhu di Pematangreba. "Kami kesini melakukan konfirmasi perkembangan laporan dugaan korupsi ADD Bukit Selanjut," tambah Organisasi Masyarakat (Ormas) pendamping laporan, Hatta Munir.

Kades Desa Bukit Selanjut Guspan Ardodi mengaku tidak pernah dipanggil APH Kejati Riau maupun APH Kejari Rengat. "Saya tau dilaporkan, tapi penyidik Kejaksaan tidak pernah periksa saya," jawab Guspan via seluler.

Guspan mengapresiasi laporan ketiga orang perangkat desanya karena sikap tersebut adalah bahagian dari kepedulian kepada desa. "Itu pertanda mereka peduli yang penting saya sudah transparan dan tidak ada penyimpangan dana ADD," papar Guspan. 

Dia tidak membantah akibat laporan tersebut, Guspan mengaku tahun 2017 telah dipanggil Inspektur Inspektorat Pemkab Inhu. "Silahkan aja tanya Inspektorat dan setahu saya masalah ini sudah sering dibuat berita tapi tak ada apa-apanya," tutup Kades. 

Inspektur Inspektorat Inhu, Boike Sitinjak tidak berkenan dikonfirmasi, beberapa kali dihubungi selulernya meski nada deringnya, Boike tidak berkenan mengangkat HP nya, begitu juga ketika dikirim sms pun tidak berkenan menjawab. (zul)


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :