Kabar Riau - Tiga Anak Buah Gubernur Riau jadi Tersangka Korupsi APBD

Tiga Anak Buah Gubernur Riau jadi Tersangka Korupsi APBD

Roni
Share :
tiga-anak-buah-gubernur-riau-jadi-tersangka-korupsi-apbd

Kabarriau.com, Pekanbaru - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menemukan kerugian negara Rp1,3 Miliar di tubuh Pemprov Riau yang dipimpin Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman pada APBD tahun 2015-2016 lalu.‎

Tiga orang wanita Aparatur Sipil Negara (ASN) ditetapkan sebagai tersangka baru dalam dugaan korupsi di Badan‎ Penerimaan Daerah Pemprov Riau (Bapenda). Mereka merupakan tersangka baru menyusul ASN lainnya yang kini masih tahap proses persidangan. Duit negara itu diduga dibagi-bagi oleh para tersangka ke sejumlah nama yang ditemukan kejaksaan.

"Ketiga tersangka baru itu inisial Y, AA dan DA. Mereka merupakan ASN dalam perkara tersebut. Saat kejadian, mereka merupakan Bendahara Pembantu pada sejumlah Bidang di Bapenda Pemprov Riau," kata Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Riau, Sugeng Riyanta, Kamis (1/2/2018).

Menurut Sugeng, mereka bertiga dijadikan tersangka berdasarkan hasil penyidikan lanjutan perkara. Awalnya jaksa memproses dua ASN di Pemprov Riau yakni Deyu dan Deliana, kemudian dikembangkan lagi dan menemukan bukti baru keterlibatan 3 ASN lainnya.

Dikatakan Sugeng, dalam dakwaan dua tersangka Deyu dan Deliana, jaksa menemukan indikasi korupsi yang dilakukan secara bertingkat dari sejumlah Bidang pada Bapenda Riau itu. "Awalnya pemotongan saat bidang-bidang mengajukan UP, dan GU (Uang Persediaan dan Ganti Uang) ke bidang keuangan, dipotong 10 persen atas perintah DL dan DY (Deliana dan Deyu)," jelas Sugeng.

Masih menurut Sugeng, pemotogan itu terjadi pada Bidang Pajak dan Bidang Retribusi. Dugaan pemotongan anggaran ini kemudian terindikasi merugikan negara, dan menjadi dasar hukum berupa alat bukti bagi jaksa dalam menerbitkan Surat Perintah Penyidikan baru.

"Ternyata di bidang itu juga dilakukan pemotongan kembali. Maka ini kita dalami, karena juga ada korupsi di bidang pajak dan retribusi. Kemudian, kita mengembangkan dengan menerbitkan sprindik baru untuk 3 tersangka ini," tegas Sugeng.

Mirisnya, seluruh tersangka dalam dugaan Tipikor di Bapenda Riau ini adalah wanita. Tersangka awal yang saat ini menjalani proses sidang, Deliana dan Deyu saat itu menjabat Sekretaris dan Kasubbag Pengeluaran.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum Kejati Riau, Deyu diduga menikmati sebesar Rp 204.986.800, Deliana Rp 45.000.000, pegawai lain inisial DE, Rp 72.020.000, SFM Rp1.150.000, Tm Rp 12.221.000, DAY, Rp104.900.445, RD Rp 87.779.281, AU Rp 99.113.653, Ya Rp 35.869.700, dan SA diduga menerima aliran dana Rp 38.187.018.

"Penyidik sedang mengembangkan kasus ini untuk menemukan ada atau tidaknya tersangka lagi dengan mencari alat bukti yang kuat‎," imbuh Sugeng.

Tersangka Deyu sempat mengajukan Praperadilan atas penetapannya sebagai tersangka. Sidang Praperadilan mementahkan permohonannya, menyatakan penetapan tersangka yang dilakukan penyidik Pidsus Kejati telah benar, sesuai aturan.

Terdakwa Deyu dan Deliana menimbulkan kerugian negara, sebesar Rp1.323.547.629. Rinciannya, pemotongan UP dan GU pada sub bagian keuangan sebesar Rp885.680.032, pemotongan UP dan GU pada bidang Pajak sebesar Rp104.900.445.

Sedangkan pemotongan UP dan GU pada bidang Pengolahan Data sebesar Rp87.779.281, pemotongan UP dan GU pada bidang Retribusi, PADL, dan DBH, sebesar Rp99.113.653, pemotongan UP dan GU pada bidang Pembukuan dan Pengawasan sebesar Rp74.056.718.

Serta pemotongan UP dan GU pencairan Anggaran Kegiatan Peningkatan Penerimaan DBH TA 2016 pada Bidang Retribusi, PADL, dan DBH, yang tidak dilaksanakan sebesar Rp72.175.500. (kbr.san/*)


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :