Kabar Riau - Sambut Imlek, Jalan Karet Bak Lautan Api

Sambut Imlek, Jalan Karet Bak Lautan Api

Roni
Share :
sambut-imlek-jalan-karet-bak-lautan-api

Kabarriau.com, Seni Budaya - Widjadi Nauli Basa, Ketua Panitia Imlek mengatakan, penyambutan perayaan Imlek tahun 2569/2018 sejumlah stan bazar akan dibuka dan panitia menerima usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk ambil bagian. 

‘‘Jumlahnya belum dapat kami sampaikan, karena biasanya makin dekat makin banyak yang daftar,’’ kata Nauli, Kamis malam (2/2/2018) yang di damping Ket Thing, Humas Paguyuban Sosial Marga Tionghoa  Indonesia (PSMTI) Riau dan Maryana, Wakil Ketua Panitia yang juga Ketua Umum (Ketum) Ikatan Keluarga Tionghoa Pekanbaru (IKTP) serta tokoh Tiongha Pekanbaru yang hadir dalam penyambutan hadirnya perayaan hari besar tahunan itu. 

Tadi di seputaran jalan Karet Pekanbaru, lampu lampion sudah terlihat bergelantungan dan terpasang yang diakui sebanyak 1088 buah. Perayaan Imlek yang dipusatkan seputaran jalan Karet, Pekanbaru bakal memerah bak lautan api.

"Lampu lampion akan terpasang selama satu bulan penuh. Lampu lampion akan tetap berada di tempatnya, selama satu bulan penuh di sepanjang Jalan Karet Pekanbaru hingga perayaan Cap Go Meh. Cap Go Meh sendiri akan digelar pada 3 Maret 2018 mendatang," kata Nauli .

Humas PSMTI Riau Ket Tjing menambahkan, Lampion tersebut memang sudah menjadi tradisi budaya Tionghoa  setiap perayaan Imlek. "Kalau persiapan kami sudah lakukan sejak sebulan lalu. Sekarang sudah selesai dipasang,” sebutnya.

Ia mengatakan, dalam waktu dekat akan ada beberapa iven yang di gelar. Yakni iven bazar UKM se-Riau serta panggung hiburan. Dirincikannya, bazar UKM direncanakan berlangsung pada 8-11 Februari mendatang. Sedangkan untuk panggung hiburan sendiri akan di isi oleh pelajar Kota Pekanbaru.

“Yang berbeda pada tahun ini akan ada lomba puisi dan pidato mandarin dilaksanakan tanggal 3 Februari 2018. Forum Silaturahmi Etnis Riau yang dijadwalkan akan ikut mengisi kegiatan. Jadi kebersamaan dan keterbukaan akan lebih terasa tahun ini,” terangnya yang mengakui perayaan Imlek di Riau sudah menjadi agenda Pariwisata tersendiri. 

Maryana, Ketum IKTP dalam sela-sela pertemuan tadi juga menyebutkan Lokasi pemasangan lampu Lampion di jalan Karet yang sudah bertahun - tahun dilakukan saat menyambut Imlek tidak ingin disebutkan sebagai lokasi 'Cina Town'.

"Kita masyarakat Pekanbaru, lebih pantasnya lokasi ini disebut Tionghoa  Melayu. Ini perpaduan dan penggabungan dua budaya yang tak terpisahkan di Riau. Perayaan Imlek tidak lepas dari acara agama bagi masyarakat Tionghoa  Pekanbaru yang juga nantinya menghibur masyarakat dan masyarakat akan di hibur dengan berbagai kesenian yang dipusatkan di Jalan Karet ini," jelasnya. (kbr.s/***).


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :