Kabar Riau - Kampanye Hitam Bakal Ciderai Pilgubri

Kampanye Hitam Bakal Ciderai Pilgubri

Samsul
Share :
kampanye-hitam-bakal-ciderai-pilgubri

Kabarriau.com, Pekanbaru - Kampanye hitam menjadi salah satu isu penting dalam Pilkada 2018. Menjelang Kampanye sebelumnya Komisi Pemilhan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Riau mengingatkan pasangan calon (Paslon) Gubernur Riau (Gubri) serta tim kampanye.

"Kita sudah sarankan KPU Riau agar menyusun jadwal dan metode kampanye dengan sebaik-baiknya, termasuk kapan kampanye tatap muka, pertemuan terbatas, dan bentuk kampanye lain, Selain itu, isu lainnya yaitu politik uang dan netralitas aparatur sipil negara (ASN) juga dibicarakan," kata Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan, Senin.

Ia mengingatkan perlu dilakukan pencegahan terhadap politik uang misalnya pembagian sembako ini terang katagori politik uang. Kemudian, kampanye hitam yang berpotensi terhadap masa kampanye adalah ujaran kebencian di media sosial. "Ini akan mendapatkan perhatian khusus," ujar Rusidi.

Ketua Bawaslu Riau itu mengatakan untuk mengantisipasi hal tersebut, upaya yang dilakukan berupaya melakukan pencegahan dengan mengirimkan surat, kemudian meminta keterangan dari para pihak yang terlibat.

"Kami menyampaikam rekomendasi untuk menginformasikan bahwa hal-hal tersebut bisa membatalkan pasangan calon ketika dilakukan pada tahap kampanye. Yang saat ini bisa kita lakukan yakni berkoordinasi dan membangun kerja sama dengan para pihak seperti Polda dan Korem untuk melakukan sosialisasi sampai ke tingkat bawah," ujarnya.

Kemudian, Bawaslu juga meminta kepada tim kampanye Paslon agar mematuhi aturan lalu lintas dengan tidak memasang stiker paslon, yang menutupi sebagian besar kaca mobil.

"Kalau menutupi hampir semua kaca mobil, itu melanggar aturan lalu lintas. Silahkan pasang stiker, tapi yang diperbolehkan itu hanya 5x10 cm. Lebih dari itu tidak boleh," kata Rusidi.

Untuk masalah keamanan, Bawaslu Riau meminta tim kampanye, KPU, dan aparat keamanan untuk menyepakati masalah yang diperkirakan akan menimbulkan konflik kedepannya. Rusidi juga mengimbau tim kampanye agar mematuhi intruksi dan jadwal kampanye yang telah ditetapkan oleh KPU Riau.

"Masalah keamanan, KPU, tim kampanye, dan aparat keamanan harus duduk bersama untuk mengantisipasi masalah keamanan yang sekiranya menjadi konflik di kemudian hari," ujarnya.

Selain itu, Rusidi juga mengimbau petinggi partai yang menduduki jabatan di pemerintahan agar bisa cuti sementara di luar tanggungan negara, jika ingin menghadiri kampanye salah satu Paslon. (kbr.sul/*)


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :