Kabar Riau - Bangunan Turap Dorong Kunjungan Wisata di Siak

Bangunan Turap Dorong Kunjungan Wisata di Siak

Roni
Share :
bangunan-turap-dorong-kunjungan-wisata-di-siak

Kabarriau.com, Siak - Para wisatawan yang datang ke Siak tak hanya melihat keindahan bangunan kerajaan Siak Sri Indrapura, namun juga memanfaatkan kerlipan lampu taman yang ada di lokasi bangunan turap untuk berselfie ria.

bangunan Turap merupakan salah satu inovasi Bupati Siak, Syamsuar untuk mempercantik kotanya. "Cantik banget, seperti di luar negeri. Karena jarang ada pemandangan indah di pinggir sungai. Untuk di Provinsi Riau ini, hanya ada di Siak," ujar Ardie (36), seorang pengunjung asal Kabupaten Rokan Hilir kepada merdeka.com, Selasa (23/1) malam.

Kedatangan Aride ke Siak untuk mengunjungi sanak saudaranya. Tentunya, untuk menghibur diri, dia membawa anak istrinya melihat pemandangan sungai Siak dari turap yang dibangun Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Permukiman Pemkab Siak itu.

"Anak-anak suka lihat lampu-lampu di antara air mancurnya. Ya kalau mau wisata di Riau, ke Siak ini yang lebih tepat," kata Ardie.

Hal senada diungkapkan Wulan (27), warga asal Kota Pekanbaru. Dia merasa bosan dengan situasi Pekanbaru yang hampir tidak memiliki destinasi wisata seperti di Siak. 

"Kalau Pekanbaru kan hanya Mall, bosan lah. Wisata itu kan alam terbuka, seperti pinggir sungai ini, ada air mancur, turapnya bagus, lampunya warna warni, cantik," ucap Wulan.?

Hampir semua masyarakat Riau menuju kota Istana tersebut untuk melihat pemandangan sungai dari pinggir turap yang dibangun dengan tema Ruang Terbuka Publik (RTP).

"Di sini memang selalu ramai pengunjung dari daerah tetangga, ada yang dari Kabupaten Pelalawan, dari Pekanbaru, Bengkalis, Rokan Hilir, Rokan Hulu, bahkan turis asing dari Malaysia dan Singapura yang ingin melihat Istana Siak,dan sejarah melayu," ujar Reza (30), seorang pedagang di sekitaran turap.

Dari Pekanbaru menuju Kabupaten Siak, membutuhkan waktu 2 jam atau 130 kilometer, jika mengendarai mobil. Kota Siak Sri Indrapura berada di pinggir Sungai Siak yang bisa langsung diakses melalui transportasi air menuju Selat Malaka dan negara tetangga.

Menjelang masuk Kota Siak, terbentang jembatan indah. Jembatan ini bernama Tengku Agung Sultanah Latifah itu dibangun sejak Desember 2002 selesai tahun 2007.?

Pilihan pemandangan wisatawan baik lokal maupun internasional bukan hanya turap tepi sungai dan dan jembatan yang indah tersebut, mereka juga dikenali dengan sejarah Kota Siak yang berasal dari Kesultanan Siak Sri Indrapura.

Keberadaan kesultanan ditandai dengan adanya Istana Siak yang masih berdiri kokoh. Kerajaan itu berjaya sejak tahun 1723 hingga 1946. Kini, Bupati Siak Syamsuar, mempercantik bangunan cagar budaya tersebut dengan berbagai taman bunga dan kawasan water front yang memanjang di bantaran pinggir Sungai terdalam di Indonesia tersebut.

"Dulunya, sungai ini sebagai alur perdagangan dari pedalaman Sumatera menuju pelabuhan antar bangsa di Malaka. Di pinggir sungai Siak ada benteng atau tangsi peninggalan Belanda, sekarang masih kokoh dan sering dikunjungi wisatawan," kata Bupati Siak Syamsuar.

Dinas PU Siak membangun kawasan Water Front City (WBC) ini untuk dijadikan sebagai lokasi wisata bagi pengunjung. WBC sepanjang hampir 1 kilometer dengan titik koordinat dari depan Istana Siak hingga kelenteng tua Hok Siu Kiong yang dibangun seumuran dengan Istana Siak. Pembangunan WFC tersebut dimulai pada tahun 2014 sampai 2016 dan langsung bisa dinikmati masyarakat.

Sebelum kawasan WBC ini dibangun, dulunya ini pemukiman masyarakat dan kawasan kumuh, di situ tempat makan, tempat mandi, ada pasar ikan, dan tempat aktivitas nelayan. 

Kondisi kumuh tersebut dikeluhkan warga, sehingga membuat Pemerintah setempat untuk memunculkan destinasi wisata.? Ada WC umum, fasilitas Wifi juga ada. Kalau tiba waktunya, Salat Idul Adha di sini bersama masyarakat.

Kawasan kumuh yang disulap menjadi turap itu digagas Kepala Dinas PU Siak Irving Kahar Arifin. Ini juga dihiasi taman bunga untuk mempercantik pemandangan. Turap itu seolah menjadi contoh bagi kabupaten dan kota lain sebagai destinasi wisata.

"Sebagian wisatawan datang berlibur untuk melihat Istana Siak, dan dimanjakan dengan pemandangan turap yang kita bangun pada 2014 lalu. Malam takbiran, malam tahun baru dan malam hari libur selalu ramai, hari biasa juga ramai," kata Irving. (kbr.san/*)


 


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :