Kabar Riau - Air Laut Meluap, Ribuan Hektar Sawah Terendam 

Air Laut Meluap, Ribuan Hektar Sawah Terendam 

Roni
Share :
air-laut-meluap-ribuan-hektar-sawah-terendam 

Kabarriau.com, Selatpanjang - Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa (Kades) Bina Sempian, Pranoto membenarkan kejadian air laut meluap hingga membanjiri lahan sawah, perkarangan rumah dan daratan.

"Akhirnya masyarakat yang turun tangan dan gotong royong. Tumpahan air asin juga turut membanjiri 50 hektar sawah di Dusun Parit Jang Desa Kedaburapat," kata Bina Sempian.

Kabid Tanaman Pangan, Dinas Tanaman Pangan Ketahanan Pangan dan Peternakan (DTPKPP) Kabupaten Kepulauan Meranti, Syafril pada wartawan menyatakan, dari 2 ribu hektare lebih sawah di Meranti yang terendam, 200 hektare di antaranya sudah terdaftar dalam Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) program Kementrian Pertanian. "200 hektare sawah tersebut diolah oleh 300 petani," ujarnya.

Menurut Syafril program petani gagal panen bisa mendapatkan dana klaim sebesar Rp6 juta per hektare dari PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo). "Sawah yang ditanggung oleh pihak asuransi maksimal hanya 2 hektare, per hektarenya petani cukup membayar premi sebesar Rp36 ribu per musim tanam," ujar Syafril.

"Nanti para penyuluh kami membantu mendaftarkan ke PT Jasindo. Begitu juga saat petani akan mengklaimnya," ujar Syafril.

Pihaknya masih melakukan sosialisi ke seluruh desa agar seluruh petani di Meranti terdaftar di AUTP. "Seharusnya 3.580 hektare sawah di Meranti yang akan ditanami sudah masuk ke asuransi. Namun saat ini, belum semuanya bisa ditanam karena intensitas hujan yang tinggi," ujarnya.

Untuk mengatasi terendamnya sawah karena air hujan dan pasang laut pihaknya telah mengajukan proposal ke Balai Wilayah Sumatera III untuk menanggulangi genangan air yang membanjiri ribuan sawah di Meranti. Sementara bantuan yang diajukan ke Balai Wilayah Sumatera III yaitu, pembangunan 80 kilometer tanggul di Rangsang Barat. "Tanggulnya sepanjang Desa Anak setatah hingga Desa Melai di Kecamatan Rangsang Barat," ujar Syafril, 

Selain tanggul, proposal yang diajukan pada 2017 lalu, pihaknya juga mengajukan pengadaan pintu klep berukuran besar sebanyak 8 unit. "Tim dari Balai Wilayah Sungai Sumatera III sudah survei lokasi dan melakukan pengukuran, konsultannya juga sudah melakukan kajian selama satu bulan di Rangsang Barat," terang Syafril.

Setiap musim penghujan, ribuan hektare sawah di Meranti terendam air. "Hampir 4 ribu hektare sawah di Meranti yang berada di 5 kecamatan, lebih separuhnya selalu tergenang air," ujarnya.

Selain itu pihaknya juga akan merubah jadwal tanam, dimana pada awalnya ditanam pada bulan Juni maka akan di mundur dan akan ditanam pada bulan April. Selain itu bibit juga akan diganti, dimana pada sebelumnya menggunakan padi jenis Batang Pariaman, maka ke depannya akan dicoba menggunakan padi jenis varietas tahan air asin.

Volume bangunan tanggul yang jebol tersebut berkisar 5 meter x 2 meter. Dia mengatakan pihak perusahaan kontraktor yang mengerjakan proyek pembangunan tanggul tersebut enggan menutup titik lokasi bangunan tanggul yang jebol tersebut. Alasannya repot karena sulitnya menggerakkan alat berat karena butuh anggaran biaya yang besar. 

Dampak fenomena Supermoon yang terjadi pada awal tahun dan akhir Januari 2018 lalu menyebabkan air laut meluap membanjiri daratan. Akibatnya luapan air asin yang membawa lumpur masuk ke area persawahan dan halaman rumah warga di Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Sawah yang terendam merata di beberapa desa, seperti Desa Sungai Tohor, Bina Maju, Ke Rabu Rapat dan Desa Tanjung Sari.

Pembangunan tanggul sepanjang 24 kilometer yang dibiayai APBD Provinsi Riau 2017 dengan anggaran miliaran rupiah, tak mampu membendung masuknya air asin ke persawahan dan perkebunan kopi serta kelapa milik masyarakat. 

"Akhirnya masyarakat yang turun tangan dengan gotong royong. Kalau tidak ditutup tanggul yang jebol tersebut, bukan hanya 10 hektar sawah saja yang terendam air asin. Tumpahan air asin akan turut membanjiri 50 hektar sawah di Dusun Parit Jang Desa Kedaburapat," tegas Bina Sempian tersebut.

Sementara itu di Desa Tanjung Sari, sawah yang terendam mencapai 60 hektar, sawah tersebut baru saja ditanami. Itu juga dikarenakan jebolnya tanggul yang dibangun.

Kabid Tanaman Pangan, Dinas Tanaman Pangan Ketahanan Pangan dan Peternakan (DTPKPP) Kabupaten Kepulauan Meranti, Syafril mengatakan dari 2 ribu hektare lebih sawah di Meranti yang terendam, 200 hektare di antaranya sudah terdaftar dalam Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) program Kementrian Pertanian. "200 hektare sawah tersebut diolah oleh 300 petani," ujarnya.

Selain itu pihaknya juga akan merubah jadwal tanam, dimana pada awalnya ditanam pada bulan Juni maka akan di mundur dan akan ditanam pada bulan April. Selain itu bibit juga akan diganti, dimana pada sebelumnya menggunakan padi jenis Batang Pariaman, maka ke depannya akan dicoba menggunakan padi jenis varietas tahan air asin. (kbr.ron/*)


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :