Kabar Riau - 'Hutan Tower'di Pekanbaru Ancam Keselamatan

'Hutan Tower'di Pekanbaru Ancam Keselamatan

Roni
Share :
hutan-towerdi-pekanbaru-ancam-keselamatan

Kabarriau.com, Pekanbaru - Drs Lelo Ali Ritonga, Pemerhati Sosial menyatakan bangunan tower (menara telekomunikasi) banyak berdiri di pemukiman penduduk Pekanbaru, Riau.

"Ancam keselamatan dan kesehatan penduduk terus terjadi, begitupun terhadap hewan. Selain itu pancaran radiasi dari gelombang radio elektromagnetik dari transmitter sangat merugikan," sebutnya, Kamis (11/1/2018).

Keselamatan masyarakat dan binatang yang ada di area bawah tower beresiko tertimpa runtuhan tower apabila tumbang. "Kami mengusulkan pada pemko Pekanbaru agar kembali menata ulang baik perizinan tower di kota ini, apalagi berada di pemukiman penduduk, pemilik lahan dan tower harusnya ditindak tegas," ujarnya.

Hal menjadi perhatian pemerintah dan penyelenggara dengan melakukan pengurusan Izin (IMB) terlebih dahulu dengan memperhitungkan resiko tersebut. Biasanya tower dibangun pada area/lahan kosong yang pada radius jatuhnya tower tidak ada penduduknya. "Kalau tower dibangun di area pemukiman, maka persyaratan pendirian tower harus terlebih dahulu diproses dan di penuhi, seperti izin dari masyarakat sekitar (yang berada pada area radius tower) dan jaminan keselamatan pemilik tower terhadap penduduk," terangnya.

Lelo juga menilai, keindahan dan keserasian tata ruang wilayah juga terganggu. Dengan semakin menjamurnya tower, maka kota Pekanbaru cenderung berubah menjadi hutan-hutan tower yang membuat tata ruang kelihatan tidak indah/semrawut, sebutnya.

Dia juga merasa curiga masih banyak tower/menara telekomunikasi yang di dirikan tanpa izin dan atau dengan memiliki izin palsu alias bodong. 

ditempat terpisah, Plt Kepala Diskominfo Pekanbaru, Firmansyah Eka Putra pada wartawan mengaku, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kini telah mendata dan memverifikasi tower yang ada di Pekanbaru.

"Selain mendata, moratorium pembangunan tower sampai awal tahun ini masih terus dilanjutkan, sampai keluarnya pedoman penataan tower," kata dia. 

Menurutnya, verifikasi dan validasi data kepemilikan tower segera dilakukan. Pemko juga berencana memanggil seluruh pemilik tower yang ada di Pekanbaru baik dari stasiun radio atau juga operator seluler dan orari. “Kalau data sama kita ada sekitar 800 lebih tower di Pekanbaru itu berdasarkan hasil pendataan langsung di lapangan, tapi kita tidak tahu siapa pemiliknya,” kata Eka. 

Bagi tower yang diketahui tidak memiliki izin akan diberikan kesempatan untuk diputihkan.  Artinya, pemilik tower akan diberi kesempatan untuk mengurus izin pembangunan tower sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan catatan lokasi tower tidak di tempat yang dilarang. “Kalau tidak punya izin dan berada di tempat yang kita larang, akan lakukan penindakan,” jelas Eka. (kbr.jon/*)
 


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :