Kabar Riau - 'Sultan' Mengamuk, Tewaskan Karyawan PT THIP

'Sultan' Mengamuk, Tewaskan Karyawan PT THIP

Roni
Share :
sultan-mengamuk-tewaskan-karyawan-pt-thip

Kabarriau.com, Lingkungan - 'Sultan' (harimau dalam sebutan di India) mengamuk dan memanggsa seorang karyawan perusahaan PT Tabung Haji Indo Plantation (THIP) Jumiati (33) di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Rabu (3/1/2018) lalu. 

Plt Kepala Balai Besar Kenservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, Haryono, setelah mendengar seekor harimau sumatra mengamuk dan menewaskan seorang karyawan perusahaan PT Tabung Haji Indo Plantation (THIP) Jumiati (33) mengambil langkah. 

"Kita sudah memantau tempat populasi harimau tersebut dan mempelajari terlebih dahulu barapa jumlah hewan liar ini di lokasi. Jika memungkinkan akan dilakukan translokasi atau dievakuasi," kata dia, Jumat pada wartawan.

Tim gabungan dari berbagai elemen, langsung terjun kelapangan untuk mendapatkan sejumlah data-data kongkrit keberadaan hewan buas ini. Untuk proses pecepatan tentunya didukung oleh pihak perusahaan. "Data-data yang kita kumpul tidak hanya berdasarkan laporan dan imformasi saja. Tapi juga menganalisa beberapa temuan di lapangan dan ekosistem hewan liar ini," sebut Haryono. 

Upaya pencegahannya tentu dilakukan berdasarkan himbauan serta sosialisasi ke masyarakat setempat. "Cukup dengan seekor kambing jantan untuk memancing harimau ini keluar dari tempat persembunyiannya. Dimana umpan ini sangat ampuh tercium oleh harimau dari jarak berkilo-kilo," terangnya. 

Awalnya, muncul hewan liar ini di kawasan konservasi Kerumutan. Camera pengintai memantau kehadiran seekor harimau. "Ada beberapa individu harimau ini terekam dan didukung berdasarkan jejak dan kotoran yang ditemui. Laporan warga juga menyebutkan ada 3 kawanan harimau, 2 indukan dan 1 anaknya," jelasnya. 

Karyawan harian THIP diserang ketika berpapasan dengan harimau di KCB 76 Blok 10 Afdeling IV Eboni Estate. Meski sudah memanjat sawit, Jumiati tak selamat setelah harimau ikut memanjat dan menerkamnya ketika jatuh.

Perwakilan THIP) Dani Murtopo di depan awak media mengatakan akan sepenuhnya bertanggung jawab terhadap korban. "Dari perusahaan sendiri akan memberikan bantuan dan pertanggung jawaban atas peristiwa yang menimpa korban," ungkap Dani. (kbr.ron/*)


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :