Kabar Riau - Gelombang Laut Digunakan untuk Pembangkit Listrik

Mahasiswa ITS

Gelombang Laut Digunakan untuk Pembangkit Listrik

Samsul
Share :
gelombang-laut-digunakan-untuk-pembangkit-listrik

Kabarriau.com, Pendidikan - Mahasiswa Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengonsep suatu pembangkit listrik dari tenaga gelombang laut.

Konsep ini diberi nama Indonesia Tidal Power (INTIP). Empat Mahasiswa ITS itu adalah Ghufron Fawaid, Muhammad Rifky Abdul Fattah, Pinanggih Rahayu dan Aniq Jazilatur. Alasan mendasar yang melatari ide konsep tersebut dikarenakan kebutuhan energi listrik nasional yang selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya.

"Kebutuhan listri masyarakat di pulau terpencil ini tidak mampu terpenuhi dengan pembangkit listrik yang ada sekarang," kata Muhammad Rifky Abdul Fattah di Surabaya, dimuat Republika.co.id dirilis dari antara, Rabu (4/1/2017).

Indonesia saat ini bisa dikatakan sedang mengalami krisis energi listrik, terutama bagi masyarakat yang tinggal di pulau-pulau tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Mahasiswa yang juga nyantri di Pesantren Mahasiswa Darussalam Keputih ini, juga menyebutkan, Indonesia harus lebih jeli dalam memanfaatkan potensi energinya. Apalagi, sebagai negara kepulauan, gelombang laut Indonesia memiliki potensi energi yang sangat besar. "Sayangnya, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal," ujar Abdul.

Abdul menjelaskan, energi gelombang laut berpotensi memegang peran strategis dalam meningkatkan rasio elektrifikasi nasional. Rasio elektrifikasi adalah perbandingan jumlah daerah yang telah dialiri listrik dengan keseluruhan wilayah.

Menurutnya, dengan memanfaatkan gelombang laut sebagai pembangkit listrik, pulau terpencil di daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar dapat turut mendapatkan akses listrik. Dampaknya, rasio elektrifikasi nasional akan merambat naik.

Mahasiswa asal Kalimantan ini melanjutkan, salah satu teknologi pembangkit energi listrik tenaga ombak yang paling banyak diminati adalah Oscilating Water Column. "Pengaplikasian alat ini diletakkan di pesisir laut dan sangat cocok digunakan sebagai pembangkit listrik di pesisir pulau daerah 3T tersebut, ujar Abdul.

Sayangnya, Oscilating Water Column memiliki tingkat efisiensi yang masih rendah karena suplai udara ke generator tidak kontinyu. Dalam hal ini, Abdul dan tim membuat inovasi pembangkit listrik sistem kombinasi tenaga gelombang laut tipe Oscilating Water Column dan angin yang memanfaatkan sistem katup. Pembangkit inovatif ini kemudian diberi nama Indonesia Tidal Power (INTIP).

Abdul menjelaskan, dari hasil pengujian, nilai tegangan yang dihasilkan INTIP mengalami peningkatan sebesar 24 persen dibandingkan dengan teknologi konvensional. Sistem katup INTIP membuat sistem searah, sehingga terdapat celah udara bertekanan yang mengalir dengan bebas.

"Kemudian kami manfaatkan udara bertekanan tersebut untuk menggerakan pembangkit listrik tenaga angin," kata Abdul.


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :