Kabar Riau - Sejarah Masjid Muhammad al-Amin 

Sejarah Masjid Muhammad al-Amin 

Roni
Share :
sejarah-masjid-muhammad-alamin 

Kabarriau.com, Agama - Penamaan zawiya mengambil dari nama Syekh Abu Nasr al-Yafi. Sejarah keberadaan zawiyaini bisa dilacak dari manuskrip bertarikh 1933.

Dia merupakan orang Beirut kepercayaan sultan Ottoman. Dalam paruh akhir abad ke-19, Beirut berada di bawah kekuasaan Kesultanan Ottoman. Sultan Ottoman saat itu memberikan lahan tersebut kepada warga Beirut sebagai hadiah. Pada 1853 zawiya tersebut mulai beroperasi.

Pada 1950, asosiasi pendidikan Muhammad al-Amin terbentuk di Beirut. Salah satu keinginan perkumpulan ini adalah mengubah fungsi bangunan zawiya menjadi sebuah masjid. Sebab, format masjid akan lebih tepat menampung pelbagai kegiatan ruhani dan edukasi warga Beirut dan Muslim pada umumnya.

Pada 1975 perang sipil pecah di Beirut, sehingga melumpuhkan setiap zawiya. Perang tersebut berakhir pada 1990, tetapi telanjur mengoyak Lebanon dari negeri yang dikenal heterogen dan damai.

Sedikit hikmah dari perang ini, sinergi gerakan masyarakat sipil setempat mendukung penuh perluasan fungsi zawiya menjadi sebuah masjid. Pada November 2002 PM Lebanon saat itu, Rafik Hariri, menandai hari pertama pembangunan Masjid Muhammad al-Amin Beirut.

Proyek tersebut berlangsung enam tahun lamanya. Adapun nama mas jid ini mengambil dari sosok Nabi Muhammad SAW, lengkap dengan gelar beliau, al-Amin (orang yang terpercaya). Penentuan lokasi pembangunan masjid ini juga me miliki makna tersendiri.

Di sebelah Mas jid Muhammad al-Amin, Gereja Kathedral Saint Georges Maronite berdiri. Ada pun di sebelah utaranya, ter dapat Gereja Kristen Ortodoks Saint George.


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :