Kabar Riau - Prof Abdul Hadi Himbau Jangan Tertipu dengan Hitungan Waktu

Prof Abdul Hadi Himbau Jangan Tertipu dengan Hitungan Waktu

Samsul
Share :
prof-abdul-hadi-himbau-jangan-tertipu-dengan-hitungan-waktu

Kabarriau.com, Jakarta - Prof DR Abdul Hadi WM, Pakar Filsafat dan Guru Besar Universitas Paramadina Jakarta, mengingatkan agar tidak tertipu akan fenomena relativitas hitungan waktu.

Dia juga mengingatkan menyambut datangnya tahun 2018 tidak melakukan perbuatan yang tidak bermanfaat dan hura-hura. “Ingat ya, dalam kalender Romawi dahulu satu tahun terdiri dari 10 bulan. Baru pada zaman Julius Caesar, mereka menyadari kekeliruannya. Dan mengubah satu tahun menjadi 12 bulan seperti kebiasaan bangsa-bangsa lain di sekitarnya . Misalnya Mesir, Sumeria, Babylonia, Assyria, Persia, India dan Tiongkok,’’ kata Abdul Hadi, dimuat Republika.co.id (3/1/2017).

Semua orang agar bisa menelisik atau memperhatikan nama-nama bulan yang ada dalam kalender Masehi. Misalnya, bulan Juni adalah bulan keenam dan seharusnya bulan ketujuh adalah September. Ini karna kata ‘septieme’ berarti 7 sama dengan kata sapta dalam bahasa Sanskerta dan Sabtu dalam bahasa Arab. 

Bulan ketujuh disebut Juli (July) diambil dari nama Julius Caesar. Sedangkan bulan ke delapan seharusnya Oktober, diganti Agustus dari kata Augutinus. Almanak Gregorian dari Romawi diperbarui oleh Omar Khayyam dari Persia pada abad ke-11 M.

“Saya mengetahui ini setelah membaca buku tentang kalender. Bulan Oktober sebenarnya bulan ke-8 (Okto artinya delapan, dalam bahasa Inggris Eight. Dlm bahasa Sanskrit Hasta. November bulan ke-9. Dalam bahasa Sanskerta 9 ialah Nawa. Jerman = neun. Desember bulan ke-10. Dari kata deci. Dalam bahasa Sanskerta Dasa. Dalam bahasa Jawa : Doso,’’ katanya.
 


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :