Kabar Riau - Harga Sembako Mencekik Leher

Harga Sembako Mencekik Leher

Roni
Share :
harga-sembako-mencekik-leher

Kabarriau.com, Pekanbaru - Meski pemerintah gencar melakukan pasar murah, namun harga komoditi pertanian seperti bawang putih, bawang merah, ayam potong, minyak dan bahan-bahan makanan lainnya di Kota Pekanbaru tetap saja selangit.

Bawang putih Rp65 ribu/kg, sedangkan bawang merah impor Rp45 ribu/kg dan cabe rawit merah Rp75 ribu/kg. “Mana bukti melimpahnya komoditi pertanian yang dijanjikan pemerintah? Kenyataannya sejumlah harga-harga masih tetap mahal,” ujar Meri, warga Jalan Rambutan, Pekanbaru, Kamis (29/12).

Ibu tiga anak ini mendesak pemerintah jangan hanya bisa menjanjikan harga sembako dan produk pertanian akan turun, di antaranya melalui operasi pasar ataupun pasar murah. Hakekatnya masyarakat sudah bosan dan kenyang dengan janji-janji yang kerap diumbar untuk pencitraan.

Tak sedikit konsumen atau masyarakat yang mengeluh, bahkan masyarakat terpaksa "putar otak" untuk mensiasati mahalnya harga sembako di pasaran. "Kok kacay vegini harga sembako sekarang, harus pandai-pandai ngatur uang buat belanja kalau biasa beli cabai rawit satu kilo sekarang setengah saja. Minggu kemarin cabai rawit masih Rp36 ribu per kilo sekarang udah naik lagi jadi Rp60 per kilogram, kalau ginikan gawat," kata Herman seorang warga di Pekanbaru.

Dia menuturkan harga cabai merah juga masih mahal yakni Rp 70 ribu per kg, bawang merah Rp28 ribu per kg dan ayam potong juga masih mahal yakni Rp28 ribu per kg yang biasanya hanya Rp22 ribu per kg.

Atas mahalnya harga beberapa komoditi tersebut masyarakat berharap pemerintah bisa mengontrol dan menekan agar harga tidak kian melonjak bahkan bisa stabil seperti biasa.

Kenaikan sembako sepertinya sudah menjadi rutinitas setiap tahunnya, namun solusi pemerintah untuk menekan harga sembako tak kelihatan.

Harga Sembako Yang Makin Mencekik Leher Rakyat

Harga-harga kebutuhan pokok terus merangkak naik. Hanya dalam beberapa pekan, harga kebutuhan pokok sudah naik tiga kali, yakni menjelang kenaikan harga BBM, pasca pengumuman kenaikan harga BBM, dan menjelang Tahun Baru.

Di Pekanbaru, harga daging sapi sudah mencapai Rp120 ribu per kg. Menurut para pedagang, kenaikan harga daging terjadi hampir setiap hari. Sementara harga cabe rawit juga melonjak menjadi Rp 70 ribu per kg. Padahal, sebelumnya harga cabe rawit masih Rp 60 ribu per kg. Rata-rata kenaikan harga sembako berkisar 20-40%.

Kenaikan harga sembako ini memang sudah diprediksi. Setidaknya kedepan ada dua momentum yang memicu kenaikan, yakni bulan puasa dan lebaran kemarin hingga natak dan tahun baru. "Hanya saja, berbeda dengan kenaikan tahun sebelumnya, kenaikan sembako tahun ini berhimpitan dengan kenaikan harga barang akibat kenaikan harga BBM," ujar Lelo Ritonga, pemerhati sosial.

Menurutnya, dampak kenaikan sembako sangat telak bagi rakyat. Menghadapi situasi ini, pemerintah tidak boleh berpangku-tangan. "Di sini, pemerintah daerah harus turun tangan untuk mengontrol dan mengendalikan harga sembako agar tetap bisa dijangkau oleh rakyat banyak," sebutnya.

Namun Lelo juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Pekanbaru. Untuk menghadapi dampak kenaikan harga sembako ada langkah-langkah yang telah ditempuh semisal, menyiapkan lima pasar yang akan dijadikan tempat penyimpanan stok sembako, "hal lain mungkin perlu juga dilakukan menggelar pasar malam sembako di tiap kecamatan dan kelurahan," jelasnya.

Memang, dalam situasi yang sulit begini, terobosan dari pemerintah sangat diperlukan, sebut Lelo lagi. "Tidak sekedar dengan operasi pasar. Dalam banyak kasus, operasi pasar tidak begitu efektif. Selain sifatnya yang temporer, operasi pasar juga hanya menjangkau segmen kecil dari masyarakat. Akibatnya, operasi pasar terkadang tidak begitu efektif menahan laju kenaikan harga dan memastikan ketersediaan sembako yang bisa dijangkau rakyat," ujarnya. (kbr.muf/*)


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :