Kabar Riau - Taman Nasional 'Makan Korban'

Taman Nasional 'Makan Korban'

Samsul
Share :
taman-nasional-makan-korban

Kabarriau.com, Melbourne - Seorang pria berusia 36 tahun meninggal dunia dan dua pria lainnya diterbangkan ke rumah sakit setelah terperangkap dalam tanah longsor saat sedang mengerjakan bebatuan yang jatuh dan membahayakan di jalur pejalan kaki di wilayah Blue Mountains, negara bagian New South Wales (NSW), Australia, yang tertutup.

seperti dirilis australiaplus.com, salah satu dari dua orang yang terluka tersebut sempat menghubungi layanan darurat sesaat sebelum tengah hari setelah sebuah jalur pejalan kaki runtuh di taman nasional di Wentworth Falls. Lokasi yang terpencil membuat petugas layanan darurat butuh waktu beberapa saat untuk berhasil mencapai lokasi kejadian.

Para pria yang terluka, yakni berusia 26 dan 27 tahun, keduanya telah diterbangkan ke sejumlah rumah sakit di Sydney. Satu orang menderita luka serius karena mengalami patah tulang di kedua kakinya, sementara korban lainnya mengalami patah tulang di sekujur tubuhnya.

Direktur NPWS Blue Mountains, David Cross mengatakan, kedua korban adalah kontraktor untuk Taman Nasional dan Satwa Liar (NPWS) yang sedang mengerjakan batuan berbahaya yang berhasil diidentifikasi. "Para pria tersebut benar-benar sedang bekerja untuk merespon bahaya itu," katanya.

Polisi mengatakan otoritas keamanan dan keselamatan kerja Australia, SafeWork NSW, telah diberitahu mengenai kejadian tersebut. Status berbahaya artinya belum jelas kapan pihak berwenang dapat mengambil jenazah tersebut dan seorang penjaga polisi ditugaskan untuk mengawasi daerah tersebut sepanjang malam.

Seorang pemandu kawasan hutan, Mike Burgess mengaku dirinya mendengar sebuah "ledakan besar" di jalur National Pass di atasnya. "Saya mendengar suara masif ini – yang terdengar seperti dinamit yang meledak - tapi saya tahu itu tidak mungkin dinamit, itu pastinya sebuah lempengen batu besar," katanya.

"Kami mendengar semua bebatuan kecil berjatuhan menembus semak-semak ... tepat setelah itu saya mendengar teriakan seorang pria.”

"Saya mengatakan pasti ada orang yang terluka parah di sana."

Sebuah respons yang melibatkan berbagai lembaga, telah mengkoordinasikan ambulans dan helikopter untuk merespons keadaan darurat tersebut. Tim paramedik Operasi Khusus yang terlatih dalam penyelamatan di lokasi terpencil berhasil mencapai lokasi tersebut dengan berjalan kaki sementara petugas medis spesialis dikirim dengan sebuah helikopter untuk mengobati pasien yang terperangkap.

Kondisi berbahaya, areal ditutup

Menurut situs Taman Nasional, jalur pejalan kaki National Pass telah ditutup sejak 31 Agustus "karena adanya area bebatuan yang tidak stabil dan sangat berbahaya yang terdapat tepat di atas jalur pejalan kaki itu".

"Wilayah ini telah diperiksa oleh insinyur geo-teknis dan tindakan yang tepat akan diterapkan untuk menghilangkan status bahaya ini," katanya.

Taman Nasional mengatakan, jalur pejalan kaki itu akan dibuka lagi pada liburan sekolah Desember. Kepolisian NSW akan menyelidiki penyebab kematian pria tersebut. Masyarakat telah diberitahu untuk menghindari kawasan tersebut.


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :