Kabar Riau - Pegadaian Untung Rp2,1 Triliun Tahun 2017 Ini

Pegadaian Untung Rp2,1 Triliun Tahun 2017 Ini

Roni
Share :
pegadaian-untung-rp21-triliun-tahun-2017-ini

Kabarriau.com, Jakarta - Direktur Utama Pegadaian, Sunarso mengatakan, perusahaan optimistis bahwa capaian laba akan sesuai target hingga tutup tahun lantaran dari sisi pendapatan juga terus meningkat.

Tercatat, jumlah pendapatan sudah mencapai Rp8,67 triliun atau sekitar 80,5 persen dari target Rp10,77 triliun. Capaian pendapatan ditopang oleh meningkatnya jumlah nasabah perusahaan.

Sunarso mencatat, jumlah nasabah 2015 sebanyak 7,64 juta orang. Lalu, pada 2016 sebanyak 8,91 juta. "Tahun ini total kami perkirakan, jumlah nasabah bisa naik 24,5 persen dari 2015, menjadi 9,51 juta sampai akhir tahun," ujar Sunarso di kawasan Cikini, dimuat CNNIndonesia.com, Selasa (21/11/2017).

Jumlah pembiayaan sebesar Rp35 triliun sampai Oktober 2017, dari target setahun mencapai Rp38,51 triliun. Sedangkan penyaluran pembiayaan sejak awal perseroan telah mencapai Rp105 triliun pada Oktober lalu, dari target Rp126,59 triliun.

"Dalam tiga tahun terakhir, perseroan telah menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat dengan pertumbuhan rata-rata sebesar Rp8 triliun," imbuhnya.

Jumlah agunan diharapkan bisa mencapai Rp15,19 triliun pada tahun ini, khususnya dari pengadaian emas yang mendominasi sekitar 95 persen dari transaksi gadai.

"Komposisi agunan 2011 hingga kini, masih didominasi agunan emas, dengan pertumbuhan rata-rata 9,04 persen," katanya.

Sementara untuk beban usaha per Oktober sebesar Rp5,83 triliun dari target Rp7,36 triliun. Lalu, total aset, nilainya mencapai Rp48,1 triliun pada Oktober 2017 dari target akhir tahun sebesar Rp50,2 triliun. 

Untuk tahun depan, perusahaan membidik laba sebesar Rp3,7 triliun atau meningkat sekitar 8,18 persen dari target sampai tahun ini. Bersamaan dengan itu, pendapatan ditargetkan naik Rp1,7 triliun menjadi Rp12,5 triliun dengan peningkatan jumlah nasabah sebesar 2 juta menjadi sekitar 11,5 juta.

"Khususnya tahun depan kami targetkan untuk lebih banyak menjangkau nasabah mikro, misalnya di sektor pertanian dan lainnya," ucap Sunarso.

Sementara total aset dibidik mencapai Rp57,4 triliun atau meningkat sekitar Rp7,1 triliun dan pembiayaan dibidik di angka Rp44,3 triliun atau naik Rp7,7 triliun.

Seluruh target itu, disebut Sunarso sudah memperhitungkan seluruh sentimen tahun depan, baik dari global maupun domestik.

Dari sentimen global, ia bilang, perseroan akan memantau dampak kenaikan suku bunga The Federal Reserve pada akhir tahun ini hingga kebijakan-kebijakan dari Presiden AS Donald Trump.

"Dampaknya tentu akan membuat dolar AS kembali dan nilai tukar rupiah naik. Maka, mau tidak mau mungkin di sini perlu suku bunga naik. Minimal, dengan Fed Fund Rate naik, Bank Indonesia akan tahan kembali suku bunganya," katanya.

Hal ini tentu akan berpengaruh pada liabilitas perusahaan. Hanya saja, Sunarso mengklaim bahwa rasionya masih cukup kuat.

"Tapi kami masih cukup kuat, karena kami baru sekitar 27 persen dari dana kami," imbuhnya.

Strategi lain untuk tahun depan, yaitu digitalisasi business process, standarisasi outlet, revitalisasi gudang dan logistik, penguatan kapabilitas SDM dan budaya perusahaan, eksternal distribution channel via agen, mobile apps langsung ke nasabah, pengembangan layanan berbasis digital.


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :