Kabar Riau - 10 Anak Perusahaan BUMN Bakal 'Go Public' 

10 Anak Perusahaan BUMN Bakal 'Go Public' 

Roni
Share :
10-anak-perusahaan-bumn-bakal-go-public 

Kabarriau.com, Bisnis - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro mengatakan, ada tambahan lima anak usaha BUMN yang bakal melepas sahamnya ke publik.

"Ada 10 anak usaha BUMN yang akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) di 2018, dan ada tambahan beberapa dari grupnya PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP)," ujarnya dimuat CNNIndonesia.com, Kamis (9/11/2017).

Sejauh ini, beberapa perusahaan yang berencana untuk go public masih menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2018. Sehingga, Kementerian BUMN masih mengumpulkan data dari beberapa Deputi.

Dari sembilan anak usaha BUMN yang direncanakan IPO, Aloy menyebut hanya empat yang terealisasi tahun ini. Perusahaan itu, yaitu PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMFI), PT PP Presisi, PT Wika Gedung, dan PT Jasa Armada Indonesia (JAI). Namun, baru GMFI yang telah tercatat di BEI.

"Sebentar lagi, tanggal 17 November PP Presisi IPO, setelah itu Wika Gedung. Kemudian, akhir tahun ditutup dengan Jasa Armada Indonesia," kata Aloy.

Sebelumnya, Kementerian BUMN memperkirakan IPO sembilan anak usaha BUMN bisa meraup dana dengan total Rp21 triliun. Salah satu hal yang menjadi hambatan anak usaha BUMN untuk IPO, yakni persiapan yang memakan waktu cukup lama sehingga tak akan rampung hingga akhir tahun.

"Kemudian, kami ingin yang properti digabung dulu. Lalu, persiapan seperti kemarin, PT Tugu Pratama Indonesia manajemen baru lengkap," sebut Aloy.

Dengan rencana IPO yang dibawa ke tahun depan (carry over), maka Aloy mengharapkan, IPO dapat dilakukan mulai kuartal I 2017. Namun, bukan berarti anak usaha BUMN yang termasuk carry over ini direalisasikan dalam satu kuartal.

"Jadi, misal sepanjang kuartal I itu ada, lalu kuartal II. Jadi disebar, terus kuartal III kuartal IV. Jangan kayak tahun ini yang empat perusahaan ini mepet jadi kan padet," pungkas Aloy. 


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :