Kabar Riau - Upacara Bendera Wajib dilaksanakan Setiap Senin 

Upacara Bendera Wajib dilaksanakan Setiap Senin 

Pimred
Share :
upacara-bendera-wajib-dilaksanakan-setiap-senin 

Kabarriau.com, Pendidikan - Permendiknas Peraturan Mendikbud Nomor 21 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti dikeluarkan karena Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mewajibkannya.

Seperti dijelaskan Anies Baswedan, masa menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) di depan wartawan belum bahwa, upacara bendera setiap Senin, piket bergilir membersihkan kelas, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sampai memberikan salam hormat kepada setiap guru saat akan mengajar. Penumbuhan budi pekerti diwajibkan dan diatur dalam Permendikbud (23/2015)

"Tujuan pendidikan merupakan pembentukan karakter budi luhur. Karakter budi luhur terdiri dari moral dan kinerja. Moral wujudnya jujur, kesopanan, beriman, dan sejenisnya. Sedangkan kinerja wujudnya tangguh, tuntas, tidak pantang menyerah, rajin, dan berpengetahuan. Jangan dipisahkan antara budi pekerti dan ilmu pengetahuan," katanya.

Budi pekerti bukan urusan moral saja. Keduanya harus disatukan, karena sama-sama tujuan pendidikan. Tentu kita tidak ingin ada siswa yang jujur tetapi tidak berpengetahuan. Jadi gerakan penumbuhan budi pekerti ini bukan sekadar karena ada masalah. Tetapi memang sebagai sesuatu yang harus dijalankan, sebutnya.

Menurutnya, 57 juta siswa dan 3 jutaan guru. Jadi total ada 60 juta penduduk Indonesia (24 persen dari total populasi) yang berbudi pekerti. Pembangunan dunia pendidikan juga menjadi kunci membangun masyarakat. Ada lebih dari 400 ribu rombongan belajar (rombel) dan kewajiban siswa memimpin doa atau menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bergantian. Setiap hari ada pelatihan dan pembiasaan menjadi pemimpin oleh 400 ribu anak. Ini sangat masif dan dampaknya akan luar biasa kelak.

Menghidupkan kembali piket membersihkan kelas secara beregu dan digilir sesuai jadwalnya dan jika piket membersihkan kelas dihidupkan kembali, sekolah sudah tidak memerlukan lagi cleaning service. Sekaligus bisa melatih tanggung jawab siswa menjaga lingkungan belajar. Siswa konon juga diberikan porsi untuk mengembangkan potensi dirinya. Dengan memberikan kesempatan membaca buku di luar buku pelajaran sebelum jam hari pelajaran dimulai dengan durasi 15 menit, dijelaskannya.

Untuk kegiatan membaca buku, dilaksanakan selama 15 menit sebelum jam pelajaran dimulai. Kemudian waktu untuk berdoa bersama dan menyanyikan lagu Indonesia Raya atau lagu lainnya, mungkin antara 3 sampai 5 menit dirasa tidak akan sampai mengganggu jam belajar.

"Ini didapat dari kombinasi praktik-praktik di banyak tempat (negara). Juga sudah digodok lama. Juga dari pengalaman masa lalu harus diseriusi untuk dijalankan. Tentu tidak asal copas (copy paste). Tetapi disesuaikan dengan kondisi masyarakat Indonesia. Di Malaysia saja setiap hari seluruh siswa menyanyikan lagu kebangsaan mereka. Begitu pula di Jepang, penumbuhan rasa cinta kepada negaranya sangat kuat sekali," terangnya.

Penumbuhan budi pekerti ini bukan hanya untuk siswa. Tetapi juga untuk warga sekolah, termasuk guru hingga kepala sekolah. Tantangannya adalah menjadikan guru dan kepala sekolah sebagai teladan bagi siswa-siswanya.

Guru dan kepala sekolah harus disiplin ketika ingin menumbuhkan sikap disiplin siswanya. Guru dan kepala sekolah tidak bolos supaya siswa-siswanya tidak bolos. Guru dan kepala sekolah harus sopan supaya siswa-siswanya ikut sopan. Intinya budi pekerti seluruh warga sekolah harus tumbuh semuanya. Bukan kepala sekolah atau guru yang menanamkan budi pekerti kepada siswanya saja. Sedangkan mereka tidak mau berbudi pekerti juga.

Jika ada sekolah swasta yang tidak mau menjalankan kewajiban-kewajiban dalam rangka penumbuhan budi pekerti, bakal direview perizinannya. Termasuk sekolah-sekolah berstatus SPK (satuan pendidikan kerja sama) atau dulu dikenal sekolah internasional. Aturan ini dikecualikan sekolah-sekolah diplomatik yang diselenggarakan oleh kedutaan besar negara-negara sahabat, kata dia.

"Upacara bendera itu baik untuk dilaksanakan. Bagi siswa yang menjadi petugas secara bergiliran, akan membiasakan diri menjadi pemimpin dan menjalankan tanggung jawab. Bagi kepala sekolah, upacara bendera setiap Senin itu menjadi seperti briefing akbar dengan semua warga sekolah. Prinsipnya memang mewajibkan di awal tahun ajaran baru sekolah harus mendatangkan orangtua. Tujuannya menyampaikan visi-misi sekolah, aturan-aturan kedisiplinan, materi pelajaran, serta target belajar siswa. Tetapi Kemendikbud tidak memaksakan kedatangan orangtua itu harus di hari pertama semuanya. Kemendikbud juga tidak mengharuskan hanya satu kali. Pertemuan orangtua di sekolah bisa berkali-kali, sesuai dengan kebutuhan," jelasnya.

Intinya, kata anies, harus terbangun komunikasi yang baik antara sekolah dengan orangtua siswa. Sehingga bisa digunakan untuk media memecahkan masalah-masalah yang dialami siswa di sekolah maupun di rumah. Selain itu, menjadi alat deteksi jika ada masalah di keluarga yang serius. Kalau ada komunikasi yang baik antara sekolah dengan orangtua siswa, kasus di Bali (pembunuhan Engeline) bisa dicegah.


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :