Kabar Riau - Pelaku Dugaan Korupsi 'Berjemaah' Ramai-ramai ke Kejati Riau

Dana Bantuan Tak Terduga Pelalalwan

Pelaku Dugaan Korupsi 'Berjemaah' Ramai-ramai ke Kejati Riau

Samsul
Share :
pelaku-dugaan-korupsi-berjemaah-ramairamai-ke-kejati-riau

Pekanbaru, Kabarriau.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau di datangi pihak-pihak yang diduga telah menggunakan dan menerima dana yang bersumber dari Bantuan Tak Terduga (BTT) Kabupaten Pelalawan.

Pelaku dugaan korupsi dana BTT itu melakukan pengembalian yang sejauh ini sudah terkumpul sekitar Rp700 juta lebih. "Saat ini sudah ada uang yang diterima sekitar Rp 700 juta lebih terhadap pengembalian kerugian negara," kata Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Riau, Sugeng Riyanta, Rabu (13/9/2017).

Pengembalian dana BTT Kabupaten Pelalawan ini berlangsung pasca pinyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau telah menetapkan 3 orang tersangkanya yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi BTT Pelalawan 2012 silam.

Tersangkanya yang terlibat didalamnya itu, mantan Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Pelalawan, LMN dan dua tersangka lainnya ASI selaku Aparatur Sipil Negara dan KMS sebagai pihak swasta.

Sugeng mengatakan belum semuanya diterimanya. Masih banyak lagi dan masih menunggu hingga tuntas. "Belum semuanya kita terima terkait pengembalian uang kerugian negara ini dari pihak-pihak tertentu. Masih banyak lagi, dan kita masih tetap menunggu sampai selesai," sebut Sugeng.

Ditanya siapa saja orangnya yang telah melakukan pengembalian uang kerugian negara kasus dugaan karupsi BTT Pelalawan itu, ia menjawab tidak mengetahui pasti. "Kalau masalah itu, siapa orangnya yang menyerahkan uang kerugian negara tersebut, saya tidak tau pasti. Yang jelas sudah ada," tegas Sugeng.

Segeng juga menyebutkan nanti didepan pengadilan baru diiketahui siapa orang-orangnya yang menyerahkan uang kerugian negara itu. Sekalian dipaparkan dan diketahui siapa saja pihak-pihak yang menerima dan menikmati BTT Pelalawan.

Pengguna anggaran dana BTT kerugian uang negara mencapai Rp2,4 miliar dari total anggaran keseluruhannya sekitar Rp9 miliar. Pihak penyidik sudah memeriksa sebanyak 70 orang sebagai saksi dan diketahui telah menyita aset dan dokumen serta uang tunai.

Tersangka LMN terpidana dalam kasus korupsi berjemaah pembangunan perkantoran Bhakti Praja Pelalawan. Ia baru saja bebas dari masa tahanannya dalam kasus korupsi tersebut.

Kini ada tiga tersangka terjerat dengan Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 sebagai mana diubah dan ditambah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 KUHP. (kbr.s/***)


 


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :