Kabar Riau - Marak Penipuan Pemesan Iklan

Hati - Hati

Marak Penipuan Pemesan Iklan

Pimred
Share :
marak-penipuan-pemesan-iklan

Pekanbaru, Kabarriau.com - .Ari Sharman, yang mengaku sebagai Staf Bagian Administrasi perusahaan PT Kaltim Prima Coal seolah berbicara cukup meyakinkan, mengontak redaksi media Kabarriau.com memesan pemuatan iklan lowongan kerja.

Sesuai order iklan yang dikirimnya melalui email recruitment@kpc.co.id ke email redaksi tertaggal 12 September 2017 berbunyi;

"Kepada Yth.bpk/ibu
Mohon bantuannya untuk dapat memasang iklan di dalam website bpk/ibu,sekaligus menyebar luaskan informasi mengenai adanya lowongan ini.Demikian permohonan ini kami sampaikan. Besar harapan kami agar kerjasama ini dapat berlangsung dengan baik. Apabila ada informasi lain yang perlu kami ketahui, mohon Bapak/ibu dapat menyampaikannya kepada kami. Atas perhatian terimakasih."

Pengiriman order iklan yang membuka lowongan kerja baru perusahaan juga dibaringi gambar bener iklan yang dimuat. Pembicaraan lewat ponselnya disepakati pemuatan iklan pembukaan lowongan kerja perusahaan dimuat di media online ini selama 7 hari dengan kesepakatan nilai biaya sebesar Rp1.000.000,00. Setelah perjanjian disepakati iklan dimuat, janjinya akan segera melakukan pembayaran lewat transfer bank perusahaan media online namun tak juga dilakukan.

Ari Sharman, yang mengaku Staf Bagian Administrasi perusahaan PT Kaltim Prima Coal setelah dikontak kembali melalui ponselnya bernomor 085256745575 soal pemuatan iklan tersebut yang telah dimuat menjawab dengan alasan, "setelah iklan sudah dimuat (online) dan di share ke sosial media, pembayaran kami proses secepatnya," sebutnya tanpa kepastian pembayaran yang ia maksud. 

Tindakan Ari Suharman ini sudah melakukan serangkaian penipuan, dimana sebelumnya dia berujar melalui ponselnya, berjanji semenit setelah iklan dimuat (online) ia segera mentransfer biaya pemuatan iklan tersebut. Namun setelah ditunggu-tunggu hingga hari ini janjinya untuk membayar dan mentransfer pemuatan iklan tidak juga dilakukan. (s/***)
 


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :