Kabar Riau - Lukman Edi Bertekad Lakukan Perubahan

Lukman Edi Bertekad Lakukan Perubahan

Pimred
Share :
lukman-edi-bertekad-lakukan-perubahan

Pekanbaru, Kabarriau.com - Ir H Lukman Edy, Bakal Calon (Balon) Gubenur Riau 2018 ini memiliki keinginan untuk melakukan perubahan. Dia memandang hampir semua indikator-indikator keberhasilan pembangunan Riau terpuruk.

"Kalau kita kumpulkan searching semua indikator-indikator pembangunan sebuah daerah, angkanya mengecewakan," kata Edy di depan wartawan dalam acara diskusi Lukman Edy pada Jumat malam (8/9/2017) di Sumatera Cafe Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru.

Dia mencontohkan, pertumbuhan ekonomi Riau yang 2,2 persen bukan angka yang sederhana tidak dilihat sebagai angka yang mati. Ini adalah angka yang faktual karena dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) bahkan lebih rendah lagi kalau mau dilihat angka pertumbuhan ekonomi berdasarkan analisis dari Bank Indonesia (BI). "BPS itu cukup moderat untuk membikin angka-angka. BI itu cukup faktual," ujarnya.

Menurut anggota DPR RI ini, pertumbuhan ekonomi 2,2 persen sudah pasti mengganggu indikator-indikator lain. Salah satunya angka kemiskinan, angka pengangguran, GP Rasio, itu semua terganggu. "Dalam catatan saya memperhatikan perkembangan-perkembangan media hanya satu yang bagus di rezim sekarang ini (Andi Rahman, red) yaitu soal tertib administrasi keuangan. Mungkin karena uangnya tidak banyak dipakai jadi tidak terlalu rumit bikin laporannya gitu kan," kata dia.

Lukman Edy meminjam hasil penilaian Bappenas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Riau ini paling bobrok. Kemudian ICW merilis 5 provinsi paling korup. Indeks infrastruktur Riau juga terpuruk masyarakat Riau hari ini merasaknnya. Duit tak turun ke masyarakat sudah tiga tahun terakhir, dunia usaha juga mandeg infrastruktur tidak terbangun. "Jadi semua saling berkait," sebutnya.

Riau terpuruk. Padahal selama ini lima tahun sepuluh tahun lalu Riau selalu mencatatkan prestasi. Riau selalu mencatat prestasi, ujarnya.

Saingan Riau itu Sumatera Utara dan Sumatera selatan. Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Lampung bukan saingan Riau. Sedangkan Kalimantan dan Sulawesi pembangunan pesat. "Ini bukan tidak mungkin karena kepemimpinan mereka bagus. beberapa bupatinya juga bagus seperti Bupati Bentaeng, Goa termasuk bupati yang berprestasi," terangnya.

Contoh di tingkat nasional. Lampung misalnya beberapa bupatinya mencetak prestasi. Jawa Timur demikian juga kepemimpinannya bagus bisa mengangkat potensi daerahnya berkembang dengan baik. Indikator-indikator buruk itu sekarang ada di Riau.

Riau punya uang setiap tahunnya Rp4 triliun sebenarnya Riau bisa menjaga pertumbuhan 6 persen tanpa Gubernur Riau nya bekerja keras, tanpa bupati, wali kota bekerja dengan keras. Karena setiap Rp1 triliun itu sebenarnya bisa mempertahankan pertumbuhan 1 persen. Kalau Rp4 triliun sisa uang Riau ini artinya ada potensi 4 persen yang loss kehilangan momentum kita untuk mempertahankan pertumbuhan 4 persen dengan uang Rp4 triliun ini. Totalnya 6,2 persen yaitu 2,2 persen tambah 4 persen sama dengan 6,2 persen dan inilah yang terjadi pertumbuhan pada lima sepuluh tahun lalu, bebernya.

"Kalau masyarakat Riau mau melakukan perubahan, mau mengembalikan riuh rendahnya pembangunan Riau ini mau tidak mau ganti Pemerintahan ini. Tidak bisa kita teruskan. Boleh saja orang mengatakan kita ini mencari-cari kesalahan anggapan seperti itu. Tapi tolong kasih tahu kita ini apa kira-kira yang bisa kita andalkan dari kepemimpinan Riau sekarang ini (Andi Rahman, red). Apa yang bisa kita andalkan, satu poin, dua poin, tiga poin tolong dikasih tahu," pintanya. (kbr.s/***)

 


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :