Kabar Riau - Dewan 'Tentang' Firdaus Mencalonkan Diri

Pilgubri 2018

Dewan 'Tentang' Firdaus Mencalonkan Diri

Roni
Share :
dewan-tentang-firdaus-mencalonkan-diri

Pekanbaru, Kabarriau.com - Yose Saputra, Anggota Komisi DPRD Kota Pekanbaru juga termasuk orang yang menentang niat Firdaus ST MT, Walikota Pekanbaru yang kembali bertekad maju di Pemilihan Gubernur Riau 2018.

"Belum pantas Pak Firdaus mencalonkan diri sebagai gubernur, persoalan di Pekanbaru saja belum ada yang tuntas dan teratasi, lebih baik walikota fokus saja pada tugas yang sudah diamanatkan masyarakat kepadanya, terlebih beliau baru saja dilantik menjadi walikota Pekanbaru untuk periode kedua," kata Yose Saputra.

Mencalonkan diri sebagai kepala daerah memang haknya sebagai warga negara, "tapi kenapa ngotot amat mau jadi Gubernur, coba nilai dulu kinerja selama memimpin Pekanbaru," ujar Yose.

Walikota Pekanbaru ini baru saja dilantik pada Mei 2017 lalu namun menuai pro dan kontra di tengah masyarakat, termasuk di kalangan legislatif di DPRD Kota Pekanbaru. Pencalonan Firdaus di Pilgub 2018 merupakan langkah yang tidak tepat bahkan tidak pantas, mengigat masih banyak persoalan yang belum teratasi di Kota Pekanbaru. Mulai dari persoalan banjir, sampah, judi hingga prostitusi.

Kemarin Firdaus kembali menggaungkan visi Riau Madani, sementara Pekanbaru Madani tidak jelas pangkal ujungnya."Madani yang bagaimana?, judi dan prostitusi sangat gampang dicari di Pekanbaru. Jadi yang benar-benar sajalah, jangan seperti itu," cetus Yose lagi.

Politisi Golkar ini juga menyindir terkait munculnya slogan 'visioner' di beberapa spanduk kampanye Firdaus, salah satunya yang terpajang di Jalan Sudirman. "Visioner apanya, itu gambar kantor Tenayan raya, rumah sakit, pusat pergudangan yang ditempel di spanduk belum jadi semua, mangkrak pengerjaannya. Lah ngurus sampah se kecamatan saja gak tuntas, Adipura juga gak pernah didapat lagi," kritiknya.

Firdaus lukai hati rakyat Pekanbaru

Walikota Pekanbaru, Firdaus MT ini juga dinilai akan melukai hati rakyat sehingga dianggap belum layak untuk bertarung memperebutkan kursi Riau 1 pada Pilgubri 2018 nanti.

"Firdaus belum pantas untuk jadi gubernur Riau. Jika tetap ngotot, sama saja dia melukai hati rakyat. Dia hanya ikuti syahwat politiknya saja," kata pengamat pemerintahan dan komunikasi politik dari Universitas Muhammadiyah, Jupendri MIKom.

Publik begitu mengesalkan keinginan Firdaus untuk maju dalam pencalonan Pilgub 2018. Sikap Firdaus yang terlalu ambisius sama saja menyakiti hati masyarakat Pekanbaru. Sebab masih banyak masalah kota belum bisa dia selesaikan.

"Ada banyak persoalan-persoalan di periode pertamanya. Harusnya dia fokus menyelesaikan itu dulu. Setelah dia menjabat di periode kedua saja belum ada nampak aksi darinya untuk menyelesaikan masalah itu," kata Jupendri.

Secara elektabilitas pun, kata Dekan Fakultas Komunikasi Umri ini, Firdaus hanya andalkan Kampar dan Pekanbaru. Pada pilkada serentak kemarin saja dia hanya menang 33% untuk di Pekanbaru. (muf)


 


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :