Kabar Riau - Gubernur Riau Dapat SK DPP Golkar?

Pilgub Riau 2018

Gubernur Riau Dapat SK DPP Golkar?

Pimred
Share :
gubernur-riau-dapat-sk-dpp-golkar

Pekanbaru, Kabarriau.com -  Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golongan Karya (PG) disebut-sebut sudah ditandatangani pada 31 Agustus lalu, oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto (Setnov). 

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman saat ditanya kebenaran SK tersebut, enggan menjawab. Dia beralasan, karena waktunya belum tepat untuk menjelaskan soal politik saat dirinya menghadiri acara penyembelihan hewan kurban di Kantor PWI Riau.

"Sekarang inikan lagi acara hewean kurban. Jadi kita bicara ini dulu ya. Yang politik nanti aja," kata Arsyadjuliandi Rachman, Ahad (3/9/2017).

Sementara Wakil Sekjen Pemenangan Sumatera II DPP Partai Golkar Sudirman Almon mengaku belum mengetahui persis kebenaran apakah SK penunjukan kepada Andi Rachman benar-benar sudah diteken Setnov. "Belum tahu saya, saya belum tahu persis apa benar begitu," ungkap Sudirman.

Namun menurutnya, sesuai dengan keputusan awal, melalui rapat tim Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sudah menunda khusus untuk Riau lalu diserahkan kepada Ketum Golkar Setya Novanto. 

Kalau sudah diserahkan pada Ketum Golkar, akan ada Rapat Pimpinan Terbatas (Ratas) khusus membahas soal Pilkada tersebut. Hanya persoalannya diantara unsur Ratas tersebut, yakni Koordinator Bidang Pemenangan Nusron Wahid saat ini sedang melaksanakan ibadah haji di Mekah. 

Sudirman menyatakan tak ingin berpolemik soal SK yang disebut-sebut sudah diteken Ketum Golkar Setnov tersebut. "Bisa saja, tapi setahu saya ada kebiasaan selama ini. Kalau sudah diserahkan ke Ketum, maka akan ada Ratas. Mereka itu, pak Ketum sendiri, Sekjend, Ketua Harian kemudian Korbid Pemenangan Pilkada. Nah pak Nusron Wahid Korbid Pemenangan ini sekarangkan di Mekah, sementara Ratasnya setahu saya belum ada," papar Sudirman. 

Perlunya menentukan penunjukan SK untuk Balon Gubri dari Golkar, karena calon incumbent berdasarkan hasil survey yang dikeluarkan Lingkaran Survey Indonesia (LSI) sebelumnya menempatkan pada posisi tak dominan. 

Harusnya Arsyadjuliandi Rachman sebagai calon incumbent, kemudian Ketua DPD Golkar Riau pula memiliki tingkat popularitas dan elektabilitas diatas rata-rata. Hal inilah yang kemudian memaksa DPP menunda pengumuman Balon Gubri yang mestinya sudah diumumkan beberapa waktu lalu. (s/***)


 


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :