Kabar Riau - Makanan Leluhur Ini Masih Digemari

Makanan Leluhur Ini Masih Digemari

Roni
Share :
makanan-leluhur-ini-masih-digemari

Pekanbaru, Kabarriau.com - Kue lepat ubi yang bahan-bahannya dari ubi kayu masih digemari dan sudah dikenal sebagai kue tradisional sejak dulu.

Seperti pedgang kue yang ada di Jalan Durian, Pekanbaru ini tepatnya di depan asrama Brimob, pedagang lepat ubi terus dibanjiri pembeli. Weni (40) pemilik dagangan aneka kue lepat mengaku tiap hari dia bersama suaminya kewalahan menghadapi konsumen.

Kue lepat yang terdiri dari lepat ubi, lepat pulut dan aneka macam ragam kue tradisional yang ia sajikan digemari di Kota Pekanbaru. "Masyarakat Melayu di ini juga menggemari kue tradisional," ucapnya.

Lantaran letaknya yang strategis menjadi tempat persinggahan masyarakat yang melakukan perjalanan disekitaran kota. Jika kita singgah di Jalan Durian sekadar untuk mampir melepas penat, bisa singgah ke warung Weni yang memiliki beragam kuliner.

Tidak hanya Weni pedagag kue tradisional, diseputaran jalan Paus, Reni (37) juga menjajakan kue tradisional yang sama. Lingkungan yang dkenal padat jalur lalulintas itu saban harinya memenuhi dagangan Reni yang terlihat hanya diatas setapak meja.

Mungkin tak ingin ribet membuat kue atau jajanan tradisional pasar yang mulai langka. Cukup singgah di gerai Weni dan Reni kita sudah bisa menikmati kue-kue tradisional.

Begitu juga di warung pak Oteh di Jalan Arifin Achmad, dia menjajakan puluhan kue tradisional dapat ditemui dengan aneka bahan pembuat kue, ada diantaranya kue tradisional Melayu, lepat pisang, lepat ubi, nagasari, pasong, talam-talam, lapis beras, talam pulut, nasi manis.

Ada pula dadar gulung, sapao (sejenis bakpau), sapao Goreng, kelepon, apam kusoi, gamat-gamat ubi, risoles, apam takir, apam made (semacam dorayaki), kek gunung meletus (bolu kukus), bolu kek, rainbow kek dan masih banyak lagi yang lainnya.

Dari beragam kue yang dipajang di warungnya, diakui ada diantaranya titipan orang lain dan sebagian lagi merupakan buatannya sendiri. "Ketupat pulut, kue lapis dan nasi manis," ungkapnya.

Terbukti rata-rata yang mampir membeli jajanan kue tradisional disini dari segala kalangan baik masyarakat biasa, pengusaha, hingga kepala SKPD kerap singgah menjajal rasa kue tradisional di sini, sebutnya.

Pak Oteh mengatakan berkecimpung menjual kue jajanan tradisional ini bahkan sudah 5 tahun. Sebelumnya ia bahkan berkelana menjajaki usaha kuliner lainnya terutama jenis jajanan pasar seperti martabak manis atau apam pinang. "Karena hasilnya kurang begitu diminati jadi mencoba beralih ke jajanan tradisional ini," ujarnya.

Maka setiap harinya ia mulai membuka dadangan sejak pukul 15.00 WIB- 21.00 WIB. Bisa dibilang untuk penjual jajanan kue tradisional sore hingga malam hari.
Ia hanya berharap selain menjadikan kesehariannya ini sebagai upaya mencukupi perekonomian keluarga.

Dia mengaku dagang kue itu juga untuk melestarikan khasanah kuliner berupa jajanan tradisional agar tak lekang oleh waktu saat ini kendati ditengah maraknya kreasi-kreasi kue modern dan fast food dizaman saat ini. (ron)


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :