Kabar Riau - Turap Sungai jadi Destinasi Wisata di Siak

Turap Sungai jadi Destinasi Wisata di Siak

Samsul
Share :
turap-sungai-jadi-destinasi-wisata-di-siak

Internasional, Kabarriau.com - Memasuki hari libur nasional dan adanya perayaan hari Raya Idul Adha 1438 Hijriah, warga memanfaatkan moment berlibur ke sejumlah lokasi.

Kota Siak Sri Indrapura yang terletak di Kabupaten Siak menjadi lirikan masyarakat Riau. Kota Istana itu tak membosankan untuk dikunjungi, selain itu sungai di pinggir turap yang dibangun Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Siak juga tak luput disinggahi pengunjung.

Turap dipinggir sungai Siak merupakan Ruang Terbuka Publik (RTP) semakin ramai dikunjungi warga. "Di sini memang selalu ramai pengunjung dari daerah tetangga, ada yang dari Kabupaten Pelalawan, dari Pekanbaru, Bengkalis, Rokan Hilir, Rokan Hulu, bahkan turis asing dari Malaysia dan Singapura menuempatkan diri melihat Istana Siak dan sejarah melayu," kata Sri (60), salah seorang warga Siak, Jumat (1/9/2017). 

Bagi warga Pekanbaru sendiri terlihat ikut menikmati indahnya lokasi wisata di Siak. Jarak tempuh Pekanbaru-Siak tidak lah terlalu lama hanya membutuhkan waktu 2 jam denga jarak tempuh 130 kilometer dengan kenderaan roda empat. Kota Siak sri indrapura berada di pinggir Sungai Siak yang bisa langsung diakses melalui transportasi air menuju Selat Malaka dan negara tetangga.


 

Menjelang masuk Kota Siak, terbentang jembatan indah. Jembatan ini bernama Tengku Agung Sultanah Latifah itu dibangun sejak Desember 2002 selesai tahun 2007.

Pilihan wisatawan bukan hanya turap tepi sungai dan dan jembatan yang indah tersebut, mereka juga dikenalkan dengan sejarah Kota Siak yang berasal dari Kesultanan Siak Sri Indrapura. 

Keberadaan kesultanan ditandai dengan adanya Istana Siak yang masih berdiri kokoh hingga sampai kini. Kerajaan itu berjaya sejak tahun 1723 hingga 1946. Kini, Bupati Siak Syamsuar, mempercantik bangunan cagar budaya tersebut dengan berbagai taman bunga dan kawasan water front  yang memanjang di bantaran pinggir Sungai terdalam di Indonesia tersebut.

"Dulunya, sungai ini sebagai alur perdagangan dari pedalaman sumatera menuju pelabuhan antar bangsa di Malaka . Di pinggir sungai siak ada benteng atau tangsi peninggalan Belanda, sekarang masih kokoh dan sering dikunjungi wisatawan," kata Iswanto, Kepala Seksi Perairan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Siak. 

Dinas PU Siak membangun kawasan Water Front City (WBC) ini untuk dijadikan sebagai lokasiwisata bagi pengunjung. WBC  sepanjang hampir 1 kilometer dengan titik koordinat dari depan Istana Siak hingga kelenteng tua Hok Siu Kiong yang dibangun seumuran dengan Istana Siak. Pembangunan WFC tersebut dimulai pada tahun 2014 sampai 2016 dan langsung  bisa dinikmati masyarakat

Sebelum kawasan WBC dibangun, dulunya masih pemukiman masyarakat dan kawasan kumuh, di situ tempat makan, tempat mandi, ada pasar ikan, dan tempat aktivitas nelayan. 


"Sekarang lokasinya sudah cantik, pedagang diuntungkan dengan banyaknya wisatawan yang belanja. Ada WC umum, fasilitas Wifi. Tadi pagi, kami Salat Idul Adha di sini, ada Wakil Bupati (Alfedri) bersama masyarakat. Kalau Pak Bupati (Syamsuar) salatnya di Kecamatan Kerinci Kanan, bersama warga sekitar," kata Ari, warga lainnya. 

Kawasan kumuh disulap menjadi turap yang digagas Kepala Dinas PU Siak Irving Kahar Arifin. Selain itu pada lokasi juga dihiasi taman bunga untuk mempercantik pemandangan. Turap seolah menjadi contoh bagi kabupaten dan kota lain sebagai destinasi wisata. 

"Sebagian wisatawan datang berlibur untuk melihat Istana Siak, dan dimanjakan dengan pemandangan turap yang kita bangun pada 2014 lalu. Malam takbiran, malam tahun baru dan malam hari libur. Tadi kami juga salat Idul Adha di turap, bersama masyarakat," kata Irving. (san)


 


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :