Kabar Riau - Tekanan Darah Naik Bila Konsumsi Daging Kambing Hanya Mitos

Pedagang Sate

Tekanan Darah Naik Bila Konsumsi Daging Kambing Hanya Mitos

Roni
Share :
tekanan-darah-naik-bila-konsumsi-daging-kambing-hanya-mitos

Pekanbaru, Kabarriau.com - Polemik mengenai dugaan daging kambing yang ikut mengambil andil dalam peningkatan tekanan darah kerap menjadi perdebatan di masyarakat.

Menurut salah seoraang pedagang sate asal Madura, Wanto (45) diseputaran jalan rambutan Pekanbaru dalam bincang-bicangnya itu membantah soal terjadinya tekanan darah naik bila mengkonsumsi daging kambing.

"Apalagi saat Idul Adha seperti ini, itu hanya mitos jika disebutkan bisa menjadi tekanan darah naik," sebutnya, Jumat (1/9/2017).

"Sampai saat ini belum ada saya mendengar konsumen yang membeli dagangan saya (sate kambing) menjadikan tekanan darah seseorang naik. belum terdapat bukti mengenai konsumsi daging kambing mampu meningkatkan tekanan darah," katanya meluruskan suara sumbang terjadi ditengah masyarakat.

Menurutnya, mengonsumsi daging, baik itu daging sapi atau kambing, sebenarnya sama saja. "Justru membantu peningkatan tekanan darah adalah jumlah garam yang dikonsumsi,” ujarnya.

“Peningkatan tekanan darah tidak berhubungan dengan daging kambing semua tergantung pengolahan daging tersebut. Baik itu untuk tekanan darah rendah maupun tekanan darah tinggi. Semua kembali pada proses pengolahan,” ucapnya lagi.

menurutnya, penggunaan garam berlebih menjadi 'pemeran' utama untuk meningkatkan tekanan darah. Sehingga mengonsumsi daging kambing untuk pengidap tekanan darah rendah tidak menjadi masalah.

“Mengonsumsi daging kambing bagus saja untuk orang dengan tekanan darah rendah karena pada dasarnya mengonsumsi daging sama saja. Yang perlu dihindari ialah konsumsi garam secara berlebih,” terangnya.

Dia mengungkapkan, daging kambing boleh saja dibakar maupaun dipanggang, asalkan bumbu yang digunakan tidak berlebihan karena titik utama peningkatan tekanan darah tinggi terletak pada bumbu yang dipakai untuk pengolahan daging.

“Daging diolah dengan jumlah garam sedikit. Semua makanan itu baik. Namun, menjadi buruk jika dikonsumsi secara berlebih,” ungkapnya. (ron)


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :