Kabar Riau - Rumah Adat Batak Dibangun di Bengkalis

Rumah Adat Batak Dibangun di Bengkalis

Samsul
Share :
rumah-adat-batak-dibangun-di-bengkalis

Seni Budaya, Kabarriau.com - Rumah adat Batak yang dibangun di Jalan Rangau KM 7, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau sudah menjadi salah satu objek wisata.

"Di komplek itu, juga terdapat dua patung gajah menjadi daya tarik khusus bagi pengunjung," kata Sinaga, salah satu warga Pekanbaru memberikan keterangan. belum lama ini.

Sinaga menceritakan Rumah adat Batak yang didirikan di wilayah Duri diatas lahan 7 hektar itu milik Nursita. "Dia menghibahkan tanahnya pada pemerintah untuk menjadi objek wisata yang dibangun rumah adat Batak agar generasi muda kedepan tahu bahwa hubungan sejarah Batak-Melayu sudah terjalin sejak lama," terangnya.

Selain rumah adat Batak didirkan, juga ada patung gajah yang dibangun yang punya makna tersendiri bagi Nursita Nainggolan Papaga, pendiri dan pemilik tempat wisata Rumah Adat Batak. "Patung gajah dibuat sebagai penghormatan," kata Nursita Nainggolan Papaga.

Nursita dengan sebutan akrabnya Bou sebelumnya memberikan keterangan pada pers kalau dirinya sudah lama tinggal di daerah Duri dan mengenang masa silam kalau gajah-gajah yang ada diwilayah itu selalu melindunginya dari bahaya dan ancaman orang yang berniat jahat, ujarnya.

Nursita mengaku, dulu ada sekitar 36 ekor gajah yang selalu mendatangi rumah mereka. Gajah-gajah itu bisa makan hasil kebun dengan lahap tanpa diusik dan diusir. "Dari zaman nenek moyang kami dulu, gajah ini adalah kudanya orang sakti yang pintar. Jika dimongin dia akan datang karena mungkin sangat peka. Kalau ada orang mau mencuri di sini, gajah-gajah inilah yang selalu menyelamatkan kami," katanya lagi.

Nursita berharap, saat nanti objek wisata ini sudah tuntas segala sarana dan prasarananya, ia berharap Presiden Joko Widodo datang untuk meresmikannya. "Saya akan datang menemui Pak Jokowi ke Istana Negara. Selain Gubernur Riau, saya berharap Pak Jokowi datang meresmikan Rumah Adat Batak yang baru satu-satunya ada di Riau ini," ujarnya.

Rumah Adat Batak dibangun Nursita Nainggolan Papaga dengan biaya pribadinya sendiri. Ia berniat mengembangkan objek wisata di Indonesia khususnya di Riau, tanpa ragu untuk merogoh koceknya.

Pengunjung dipastikan tidak akan kecewa saat sampai di sana. Banyak spot untuk berfoto dan selfie, dan banyak pengetahuan tentang adat Batak yang bisa kita temui di sana. Salah satunya pertunjukan Patung Sigale-gale.

"Jika peresmiannya nanti, kita akan makan bersama dengan memotong 7 lembu, 7 kerbau dan 7 kuda. Saat ini pengunjung yang masuk dikenakan biaya tiket senilai Rp 10 ribu, itu untuk kebersihan. Karena selama ini pengunjung yang datang ke sini banyak meninggalkan sampah sembarangan di sekitar komplek ini. Biaya ini juga untuk perawatan bangunan rumah Adat Bataknya," ujarnya. (sul/*)


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :