Kabar Riau - 302 Warga Pekanbaru Diserang DBD 

Selama 2017

302 Warga Pekanbaru Diserang DBD 

Roni
Share :
302-warga-pekanbaru-diserang-dbd 

Pekanbaru - Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 302 kasus demam berdarah dengue (DBD) terjadi di Pekanbaru.

"Kami terus mengupayakan untuk menekan angka DBD, dengan melakukan fogging atau pengasapan pada sejumlah titik serta terus menginisiasi pembersihan lingkungan," kata Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru Helda S Munir di Pekanbaru, pada wartawan, belum lama ini..

Peningkatan kasus DBD tersebut tidak lepas dari peralihan musim saat ini di wilayah Kota Pekanbaru. Menurutnya, cuaca menjadi salah satu faktor utama peningkatan kasus tersebut.

DI Kecamatan Bukit Raya merupakan wilayah dengan kasus DBD tertinggi, mencapai 51 kasus, disusul Kecamatan Tampan 44 kasus, dan Marpoyan Damai 43 kasus. Tiga kecamatan itu adalah wilayah padat penduduk.

Kasus DBD juga terpantau di sejumlah kecamatan lain, seperti Payung Sekaki 34 kasus, Tenayan Raya 29 kasus, Rumbai Pesisir 15 kasus, Lima Puluh 18 kasus, Pekanbaru Kota 11 kasus, Rumbai 24 kasus. Kemudian Senapelan 19 kasus, Sukajadi 12 kasus, dan terakhir Sail 2 kasus.

Pihaknya telah menginstruksikan kepada jajaran melalui pusat kesehatan masyarakat masing-masing kecamatan untuk terus mendekatkan diri ke warga. Kemudian melakukan sosialisasi 3M Plus, yaitu menguras, mengubur, dan menampung air di tempat tertutup.

"Kemudian, apabila ada anggota keluarga yang mengalami demam panas dengan kriteria DBD, tolong secepatnya diperiksa. Deteksi dini sangat penting," katanya.

Masyarakat dihimbau untuk dapat memperoleh bubuk abate di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) terdekat. Ia menegaskan, abate tersebut dapat diperoleh secara gratis.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, mayoritas penderita DBD Pekanbaru merupakan anak-anak usia 5-9 tahun serta remaja usia 15-19 tahun. Kepala Bidang Pengendalian Kesehatan Kota Pekanbaru Gustianti menjelaskan, aktivitas di luar rumah dan berada di lingkungan yang kurang terjaga menjadi faktor terbesar anak-anak tersebut terkena DBD.

"Kami meminta peran aktif keluarga dan masyarakat agar bersama menjaga lingkungan bersih dari genangan air hingga bebas dari nyamuk penyebar virus dengue penyebab penyakit DBD itu," sebutnya. (ron)

 


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :