Kabar Riau - Sal Lavallo Penjelajah Dunia Termuda

Sal Lavallo Penjelajah Dunia Termuda

Samsul
Share :
sal-lavallo-penjelajah-dunia-termuda

Sal Lavallo asal Connecticut menjadi pria termuda asal Amerika Serikat (AS) yang mampu menginjakkan kaki di seluruh negara yang ada di dunia.

Dikutip dari Travel Leisure, sampai saat ini Lavallo mengaku sudah mengunjungi 175 negara di dunia. Sehingga ia masih harus membeli tiket penerbangan ke 18 negara lagi untuk bisa menggapai rekor tersebut.

Ia mengaku sudah menyusun jadwal perjalanan ke 18 negara yang tersebar di lima benua dalam waktu dekat. Lavallo menargetkan bisa menuntaskan perjalanannya sebelum September 2017, di mana ia akan berulang tahun ke 27. Jika target tersebut terlaksana, maka Lavallo akan menjadi pria termuda AS yang bisa berkeliling dunia.

Meski demikian, namanya dipastikan tidak bisa menggusur James Asquith dari buku rekor Guinness yang mencatatnya sebagai pria termuda yang pernah menjelajah seluruh negara anggota PBB di dunia. Pemuda asal Inggris tercatat berhasil memecahkan rekor tersebut pada usia 24 tahun.

Namun, mahasiswa jurusan Ekonomi Pembangunan di negaranya masih bisa memecahkan rekor sesama warga negara AS yang pernah berkeliling dunia. Diketahui saat ini rekor tersebut dipegang oleh Cassie De Pecol, sebagai orang yang paling cepat berkeliling dunia di usia 27 tahun. Peringkat kedua diduduki oleh Lee Abbamonte, pialang saham di Wall Street yang meninggalkan pekerjaannya untuk berkeliling dunia di usia 32 tahun.

"Saya tidak mengejar rekor apapun. Saya hanya ingin menunjukkan keindahan dunia dan cara manusia berinteraksi satu sama lain dari negara yang berbeda," kata Lavallo kepada Travel Leisure, dikutip Senin (15/5/2017).

Ia justru lebih senang dikenal dunia sebagai penjelajah yang mampu membantu ekonomi masyarakat miskin di negara-negara jelajahannya untuk tumbuh melalui pengetahuan yang dibaginya.

Dengan mengunjungi berbagai negara di dunia, baik yang perekonomiannya maju atau berkembang, negara damai maupun rawan konflik, Lavallo mengaku dirinya tidak memiliki satu pun hal yang ditakuti di dunia ini.

"Saya tidak lagi merasa menginap di hotel tertentu membahayakan, atau berada di dalam bus dengan perasaan was-was. Saya malah lebih suka tinggal di rumah kenalan saya di media sosial karena bisa merasakan budaya masyarakat negaranya secara langsung," katanya.

Selama perjalanannya, ia juga baru tahu beberapa pemerintahan tidak mensyaratkan turis asing harus menunjukkan visa jika hendak berkunjung ke negaranya. "Beberapa destinasi yang ramah terhadap turis adalah Socotra di Yaman, Virunga National Park di Kongo, Ishkashim di Afghanistan, dan Pulau Kish di Iran," jelasnya.

Namun, dari 175 negara yang sudah dikunjunginya, Lavallo berpendapat dua negara yang paling membuatnya terkesan adalah Tanzania karena keramahan orang-orangnya, serta Abu Dhabi yang paling pesat pertumbuhan ekonominya. "50 tahun lalu hanya ada tenda-tenda di gurun Abu Dhabi, namun sekarang menjelma menjadi kota terbesar di dunia dengan bangunan yang megah dan menawan," kata Lavallo.

Menurutnya, berkelana ke seluruh sudut dunia membuatnya belajar cara memahami orang lain. "Namun jangan hanya mengamati, coba ikut berpartisipasi dalam membantu orang yang kesulitan," tegasnya.


Berita Terkait

Komentar Via Facebok :